Ribuan Kendaraan Keluar Bali, Antrean Panjang 31 Kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk


Penulis:  Arnoldus Dhae - 15 March 2026, 22:47 WIB
Dok Istimewa

KEPADATAN pemudik yang keluar Bali hingga saat ini sudah mencapai lebih dari 20 ribu orang terhitung sejak Jumat (13/3/2026). Pada Jumat siang hingga malam, tidak ada kendala di Pelabuhan Gilimanuk Bali. Namun sejak Sabtu (14/3/2026) kemacetan sudah mulai memanjang hingga 14 kilometer. Kemudian pada Minggu (15/3/2026), hingga malam pukul 21.00 WITA, kemacetan terus menggila hingga 31 kilometer. Akibat kemacetan para pemudik baik yang roda dua maupun roda empat dan juga kendaraan umum, Polda Bali akhirnya diperbantukan untuk mengatur kemacetan hingga lewat wilayah Mendoyo Jembrana Bali. 

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy saat dikonfirmasi membenarkan jika Polda Bali bergerak cepat mengurai antrean panjang kendaraan yang mencapai sekitar 31 kilometer menuju Pelabuhan Gilimanuk, Minggu (15/3/2026). Melalui pengaturan lalu lintas, rekayasa jalur antrean hingga penerapan delay system bagi kendaraan besar, polisi berupaya menjaga kelancaran arus kendaraan yang hendak keluar dari Bali.

"Situasi di pintu keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk pada Minggu (15/3/2026) pukul 12.00 Wita terpantau mengalami peningkatan signifikan. Kantong parkir di dalam area pelabuhan dilaporkan penuh terisi kendaraan yang didominasi oleh angkutan logistik, kendaraan pribadi, serta sepeda motor," ujarnya.

Ia juga memastikan jika antrean kendaraan bahkan telah memanjang hingga wilayah Kecamatan Negara dengan panjang antrean diperkirakan mencapai sekitar 31 kilometer dari pelabuhan. Menghadapi lonjakan arus kendaraan tersebut, personel Polda Bali bersama Polres Jembrana yang terlibat dalam Operasi Ketupat Agung 2026 langsung melakukan langkah-langkah penanganan di lapangan.

Petugas melakukan pengaturan serta rekayasa lalu lintas di sepanjang jalur antrean menuju pelabuhan guna menjaga kelancaran arus kendaraan. Personel juga ditempatkan di sejumlah titik kepadatan untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus memberikan imbauan kepada para pengguna jalan agar tetap tertib mengikuti arahan petugas.

Selain itu, koordinasi intensif dilakukan dengan sejumlah instansi terkait seperti ASDP Indonesia Ferry, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), TNI, UPP, BPTD, serta Dinas Perhubungan dalam pengaturan kendaraan yang akan memasuki area pelabuhan.

Operasional penyeberangan saat ini dilayani oleh 31 unit kapal. Salah satu kapal juga menerapkan pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) di Pelabuhan Ketapang guna mempercepat proses bongkar muat kendaraan sehingga antrean dapat berangsur terurai.

Untuk mengurangi beban kendaraan menuju Gilimanuk, petugas juga melakukan penyekatan terhadap kendaraan sumbu tiga ke atas di wilayah Denpasar, Badung dan Tabanan. Kendaraan diarahkan menuju buffer zone guna menerapkan delay system sebelum melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan.

Petugas juga melakukan patroli berkala di sepanjang jalur antrean guna mencegah adanya kendaraan yang mencoba menyerobot antrean, sekaligus memastikan arus kendaraan tetap tertib.

Polda Bali terus mengoptimalkan pengaturan di lapangan untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan. “Personel kami bersama instansi terkait terus melakukan pengaturan serta rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan delay system bagi kendaraan sumbu tiga ke atas. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk sekaligus mempercepat proses penyeberangan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau seluruh pengendara untuk tetap tertib mengikuti arahan petugas serta mematuhi aturan yang berlaku selama masa angkutan Lebaran 2026. (H-2)