Harapan Mudik Menipis, Nasib Pekerja Migran Jatim di Timur Tengah Kini di Tangan Pemerintah


Penulis:  Faishol Taselan - 09 March 2026, 08:22 WIB
Antara

PEKERJA migran Indonesia asal Jawa Timur di kawasan Timur Tengah berpotensi tidak bisa pulang ke Tanah Air saat momen mudik Lebaran tahun ini. Hal itu sehubungan memanasnya peta geopolitik antara Iran dan Israel-Amerika Serikat.

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat guna memantau perkembangan pekerja migran Indonesia di Timur Tengah.

“Untuk di Timur Tengah memang kondisinya sedang dikoordinasikan oleh semua perwakilan kita. Mereka sudah menerbitkan imbauan dan juga call center atau hotline bagi pekerja migran maupun WNI yang berada di wilayah tersebut,” kata Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur, Gimbar Ombai Helawarnana di Surabaya, Minggu (8/3).

Menurutnya, perwakilan RI telah menerbitkan berbagai imbauan sekaligus menyediakan hotline atau call center yang dapat diakses oleh PMI maupun warga negara Indonesia (WNI) di wilayah akreditasi masing-masing.
Layanan tersebut disiapkan agar para PMI dapat melaporkan kondisi mereka apabila membutuhkan bantuan, termasuk jika diperlukan proses evakuasi atau penanganan khusus dari perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri.

“Jika pekerja migran kita membutuhkan bantuan atau bahkan evakuasi, itu bisa disampaikan melalui hotline yang telah disediakan oleh perwakilan RI di negara penempatan,” katanya.

Gimbar menegaskan bahwa apabila PMI dari kawasan Timur Tengah nantinya dipulangkan ke Indonesia, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran melalui BP3MI akan siap memberikan pendampingan setibanya di Tanah Air.

BP3MI Jawa Timur juga akan menyiapkan petugas di bandara untuk membantu proses kepulangan hingga mengantarkan PMI ke daerah asal masing-masing.

“Nanti ketika mereka dipulangkan ke Indonesia, kami dari Kementerian Perlindungan Pekerja Migran akan stand by di bandara untuk membantu mengantar mereka kembali ke daerah asal bekerja sama dengan pemerintah daerah,” jelasnya.

Pihaknya sudah menyiapkan posko-posko khusus di Bandara Juanda untuk menyambut kedatangan mereka di Jatim bila ada yang memang bisa pulang dari negara negara di Timur Tengah. (FL/E-4)