Tim Gabungan Padamkan Karhutla Puluhan Hektare di Riau


Penulis: Atalya Puspa     - 05 March 2026, 15:46 WIB
Antara Foto

PERSONEL Manggala Agni dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Kementerian Kehutanan, bersama tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Riau, tepatnya Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Pelalawan.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan saat ini tim di lapangan masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa, terutama di lahan gambut yang berpotensi kembali menyala.

"Tim masih melakukan proses pendinginan guna mencegah potensi api muncul kembali. Mengingat potensi asap masih tinggi, kami melakukan mopping up atau penuntasan sisa-sisa api secara menyeluruh," ujar Ferdian, Kamis (5/3). 

Di Kabupaten Bengkalis, kebakaran terjadi di Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat, dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai sekitar 50 hektare di kawasan hutan produksi terbatas (HPT). Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu oleh Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polri, BPBD, pemerintah kecamatan, Satpol PP, perangkat desa, regu pemadam kebakaran PT Sumatera Riang Lestari, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

Ferdian menegaskan bahwa pemadaman di lahan gambut membutuhkan penanganan ekstra agar api tidak kembali muncul dari bawah permukaan tanah.

"Karena ini adalah kebakaran lahan gambut, kami akan tuntaskan sampai tidak ada potensi sekecil apa pun untuk meluas atau menyala lagi," tegasnya.

Sementara itu, di Kabupaten Pelalawan kebakaran seluas sekitar 68,3 hektare terjadi di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, pada areal penggunaan lain (APL). Tim Manggala Agni bersama MPA dan pihak PT TH Indo Plantation saat ini terus memastikan proses pemadaman benar-benar tuntas.

Selain melakukan pemadaman, Manggala Agni juga menggencarkan langkah pencegahan melalui patroli dan deteksi dini di wilayah rawan karhutla. Sejak Januari hingga awal Maret 2026, patroli telah menyasar 80 desa rawan di wilayah Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

"Patroli ini bukan sekadar pengamanan teritori, tetapi juga sarana pendekatan sosial agar masyarakat semakin paham bahaya karhutla. Pelibatan masyarakat adalah kunci keberhasilan pencegahan," ujar Ferdian.

Untuk membantu percepatan pemadaman, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan sasaran wilayah Pelalawan, Bengkalis, Siak, dan Dumai. Operasi tersebut dilakukan atas permohonan Pemerintah Provinsi Riau serta rekomendasi BMKG dan Kementerian Kehutanan guna memicu hujan untuk membasahi lahan gambut.

Sementara itu, berdasarkan data Fine Fuel Moisture Code (FFMC) dari BMKG, tingkat kekeringan bahan bakar di permukaan tanah di wilayah Riau diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut membuat seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api baru pemicu karhutla. (H-4)