Langit Berawan di Batam, Penjualan Takjil Dipengaruhi Perubahan Cuaca
LANGIT berawan menyelimuti Batam sejak Minggu pagi (22/2). Cuaca yang cenderung cerah pada siang hari dengan suhu mencapai kisaran 30–31 derajat Celsius berubah menjadi lebih teduh menjelang sore, seiring awan tebal yang mulai berkumpul di sejumlah wilayah.
Prakirawan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa kondisi ini masih dipengaruhi pola angin musim hujan yang membawa uap air cukup tinggi ke wilayah Kepulauan Riau.
“Siang hari terasa panas dan lembap. Namun pada sore hingga malam terdapat potensi hujan ringan bersifat lokal dan berdurasi singkat. Perubahan bisa terjadi cukup cepat, sehingga masyarakat perlu waspada,” ujar prakirawan BMKG.
Perubahan cuaca tersebut turut memengaruhi aktivitas masyarakat, khususnya pedagang takjil yang mulai ramai menjelang waktu berbuka puasa. Di kawasan Nagoya dan Batu Aji, lapak-lapak penjual es buah, kolak, gorengan, hingga aneka kue tradisional tampak berjejer di tepi jalan.
Nunti (42), salah seorang pedagang makanan takjil yang menjual es campur dan aneka minuman segar, mengaku cuaca panas pada siang hari justru membawa berkah bagi dagangannya.
“Kalau siang panas begini, pembeli banyak cari yang segar untuk berbuka. Es buah dan es campur cepat habis. Tapi kalau tiba-tiba hujan deras pas jam orang keluar cari takjil, biasanya pembeli berkurang,” katanya.
Hal senada disampaikan Rahmad (35), pedagang makanan takjil yang menjajakan gorengan, risol, dan pastel. Ia mengatakan perubahan cuaca sangat berpengaruh terhadap jumlah pembeli, terutama pada waktu-waktu menjelang azan magrib.
“Kalau cuma rintik hujan, orang masih tetap keluar beli takjil. Tapi kalau hujan besar dan lama, pembeli biasanya tunggu reda dulu, jadi penjualan ikut menurun,” ujarnya.
Sejumlah warga yang berburu makanan takjil berharap cuaca tetap bersahabat hingga waktu berbuka tiba. Lina (29), salah satu pembeli, mengaku lebih nyaman berbelanja saat cuaca berawan dibanding panas terik.
“Kalau terlalu panas capek juga keliling cari makanan. Berawan seperti ini lebih enak, asal jangan hujan deras saja,” tuturnya.
Meski langit tampak mendung di beberapa titik, aktivitas jual beli makanan takjil di Batam tetap berlangsung ramai dan tertib. Para pedagang berharap cuaca tetap stabil agar penjualan menjelang berbuka puasa dapat berjalan maksimal.
Dengan dinamika cuaca yang cepat berubah, sore hari di Batam tetap diwarnai semangat kebersamaan antara pedagang dan warga dalam menyambut waktu berbuka puasa. (H-2)