BI Sulsel Siapkan 120 Titik Layanan Penukaran Uang dan Aplikasi PINTAR
UNTUK mempermudah akses masyarakat, Bank Indonesia Sulawesi Selatan (BI Sulsel) menyediakan 120 titik layanan penukaran uang Lebaran 2026 di 24 kabupaten/kota, meningkat 14 persen dari tahun 2025.
Menurut Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, layanan ini merupakan hasil sinergi dengan perbankan dan pemerintah daerah, yang akan berlangsung mulai 19 Februari hingga 13 Maret 2026.
"Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai skema layanan, antara lain layanan Penukaran Sinergi Perbankan di 20 kantor bank se-Makassar dengan kuota 100 orang per hari," terang Rizki.
Lalu layanan Terpadu Sinergi Perbankan dan Pemda di 7 lokasi strategis, termasuk Makassar, Gowa, Parepare, Bulukumba, Bone, dan Palopo. Setiap lokasi menyediakan kuota 1.000 orang per hari.
Ada juga layanan Ritel Rumah Ibadah di 10 masjid (5 di Makassar dan 5 di luar Makassar) dengan kuota 300 orang per rumah ibadah.
Juga layanan Tematik Jelajah Phinisi yang menyasar 3 pulau di Makassar dan Takalar pada 8 Maret 2026.
Bank Indonesia juga mengoptimalkan aplikasi PINTAR untuk pemesanan penukaran uang guna meningkatkan kepastian dan ketepatan layanan.
"Tahun ini, BI menyediakan 26.143 paket penukaran melonjak 61 persen dibanding 16.243 paket pada tahun sebelumnya," lanjut Rizki.
Masyarakat berhak menukar uang maksimal Rp5,3 juta per orang dengan pecahan yang telah ditentukan, meningkat dari tahun lalu yang sebesar Rp4,3 juta.
Di sisi non-tunai, penggunaan QRIS di Sulawesi Selatan terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga saat ini jumlah merchant QRIS mencapai 1,3 juta, didominasi oleh UMKM sebesar 76,8 persen.
"Meski konsentrasi masih berada di Kota Makassar (43 persen), Bank Indonesia berkomitmen memperluas akseptasi digitalisasi pembayaran ke seluruh kabupaten/kota," terang Rizki. (H-3)