Program MBG Disambut Ibu-Ibu Petani Purwakarta: Menunya Jangan Singkong Terus dong


Penulis:  Media Indonesia - 15 February 2026, 19:54 WIB
tangkapan layar

IBU-ibu rumah tangga petani kecil di pelosok Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengaku senang karena anak-anak mereka kini sudah menerima hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah masing-masing.

Mereka berharap hidangan MBG yang diantarkan oleh Satuan-Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke sekolah-sekolah dan posyandu itu bisa lebih beragam. 

“Alhamdulillah, seneng ada MBG… Tapi kalau boleh jangan singkong lagi, ya, Buu... Kalau singkong, mah, kami sudah biasa makan itu,” kata Siti, seorang ibu rumah tangga warga desa Cileunca, Kecamatan Bojong Kanda, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa, 11 Februari 2026. 

Seloroh Siti pun disambut tawa lepas ibu-ibu rumah tangga lain. Semua pun berharap hal yang sama. “Hahahaa… iya-iya… bener, Buuu… hahahaaa…!” kata mereka sambil tetawa, ketika berdialog dengan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang. 

Sambil tertawa pula Nanik kemudian memanggil Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Purwakarta. “Mana Korwil? Tolong dengerin… Kasih tahu para kepala SPPG, menunya jangan singkong…,” ujarnya. Ia meminta agar dapur-dapur MBG kreatif dalam menyusun menu yang bergizi, serta memasaknya dengan baik dan aman. 

“Tapi kalau singkongnya dikasih keju, kalian mau, kan…?” tanya Nanik lagi kepada ibu-ibu petani kecil itu. Ternyata jika singkong itu dimodifikasi dan diolah dengan baik, mereka suka juga. “Mau Buu… mau,” kata mereka sambil tertawa-tawa riang. 

Selama setengah jam lebih Ibu-ibu petani kecil itu kemudian ngobrol sekaligus curhat kepada Wakil Kepala BGN. Mereka mengaku senang dan bersyukur karena saat ini anak-anak mereka sudah mendapat MBG di sekolah. “Saya nggak perlu menyiapkan uang jajan lagi,” kata seorang Ibu petani. 

Karena anak-anak mereka sudah mendapatkan MBG di sekolah, mereka pun bisa menyisihkan uang honor mereka sebagai buruh tani, untuk keperluan lainnya. “Di sini, setengah hari dapat 65 ribu, Bu…,” kata seorang Ibu petani lainnya. 

Hari itu Nanik datang ke Desa Cileunca untuk menanam dan memanen bayam yang ditanam ibu-ibu petani lokal bersama para narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan Purwakarta yang sedang dibina untuk menjadi petani.

Kegiatan itu merupakan rangkaian acara Pemberdayaan Warga Binaan Lapas Menjadi Petani Lokal dalam Mendukung Program MBG. (Z-4)