Trauma Banjir Paksa Pilih Pulang Kampung
BANJIR kembali memaksa warga Perumahan Pandan Asri, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, meninggalkan rumah mereka. Kamis (12/2), ratusan jiwa terpaksa mengungsi ke Gedung Olahraga (GOR) setempat, sebelum akhirnya sebagian warga memilih pulang ke kampung halaman akibat trauma banjir yang tak kunjung usai.
Tiara Situmorang (55), warga Pandan Asri, mengaku banjir kali ini menjadi pukulan berat bagi keluarganya. Air setinggi sekitar 1,5 meter kembali merendam rumah yang baru dua pekan ditempati, usai banjir besar pada 25 November 2025 lalu.
“Baru sekitar dua minggu kami kembali ke rumah ini. Saat banjir November, semua perabotan habis. Sudah kami ganti seadanya, tapi sekarang kembali musnah diterjang banjir,” ujar Tiara dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca.
Derasnya arus air, lanjut Tiara, membuat hampir seluruh isi rumah hanyut tanpa sempat diselamatkan. Kondisi tersebut memaksanya mencari tempat yang lebih aman bersama keluarga.
“Kami mengungsi dulu ke GOR. Kalau keadaan tidak membaik, kami akan pulang kampung ke Kecamatan Sibabangun. Sudah tidak sanggup lagi,” katanya.
Hal senada disampaikan Khotob Nasution, warga setempat. Ia menyebut banjir kali ini merendam sedikitnya 100 unit rumah di kawasan Perumahan Pandan Asri.
“Ini kawasan perumahan padat penduduk, dampaknya besar. Sedikitnya sekitar 100 rumah terendam,” ungkap Khotob.
Selain Kecamatan Pandan, banjir terparah juga kembali melanda Kecamatan Tukka. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, warga mengaku mengalami kerugian besar.
Perabotan rumah tangga kembali hanyut, sementara sejumlah rumah yang baru selesai direnovasi pasca banjir November 2025 kembali rusak, membuat upaya pemulihan warga menjadi sia-sia.
Hingga berita ini diturunkan, genangan air masih terlihat di sejumlah titik permukiman warga dengan ketinggian bervariasi antara 50 sentimeter hingga 1 meter.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, menyeluruh, dan berkelanjutan untuk mengatasi banjir yang terus berulang dan kian menekan kehidupan masyarakat. (E-2 )