Gandeng BMKG, PT KAI Pantau Cuaca Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api Masa Angkutan Lebaran 2026


Penulis:  Widjajadi - 12 February 2026, 08:48 WIB
MI/Widjajadi

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) secara khusus akan memberikan informasi terkait cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan kereta api selama masa operasional Angkutan Lebaran 2026. Hal itu disampaikan Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 6 Yogjakarta, Feni Novida Saragih, di Stasiun Solo Balapan, di sela-sela inspeksi kesiapan menyambut Angkutan Lebaran 2026, Rabu (11/2).

"Jadi untuk menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu perjalanan dan keselamatan kereta api, BMKG akan mengirimkan pelaporan pemantauan kepada PT KAI agar bisa disikapi secara cepat dan diinformasikan kepada masyarakat pengguna kereta api," kata Feni kepada wartawan. Selain dengan BMKG, PT KAI juga berkolaborasi dengan Basarnas dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jika jalur kereta api terdampak bencana banjir dan juga longsor. 

Pada bagian lain, Feni memaparkan bahwa menyambut operasional Qngkutan Lebaran 2026 yang akan berlangsung selama 22 hari, PT KAI telah membenahi seluruh sarana dan prasarana sepanjang jalur kereta api. 

"Harus sudah siap semua, misal meliputi peremajaan rel KA. Semua demi keselamatan perjalanan KA, termasuk menyiapkan petugas khusus si sepanjang jalur yang dilewati," tandas Feni. 

Dalam menghadapi Qngkutan Lebaran 2026, PT KAI Daop 6 Yogyakarta akan menyiapkan 12 kereta tambahan, empat kereta di antaranya disiapkan di Stasiun Solo Balapan.

"Jadi di Stasiun Solo Balapan untuk kereta tambahan disiapkan empat KA, yakni KA Solo Batavia, Solo Bandung dua kereta dan satu kereta lagi melayani Solo Balapan - Pasar Senen," imbuh dia. 

Saat ini, untuk masyarakat juga sudah bersiap dengan memesan kereta angkutan Lebaran 2026. Dari sebanyak 570 ribu tiket yang disediakan Daop 6 Yogyakarta, sudah terjual 131 ribu tiket atau 23%.(WJ/E-4)