Jelang Ramadan, Pemprov Sulsel Perketat Pengawasan untuk Cegah Lonjakan Harga Pangan
MENJELANG bulan Ramadan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bergerak cepat mengantisipasi gejolak harga dan mutu pangan. Bersama Perum Bulog, Polda Sulsel, dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), mereka menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Satuan Tugas Sapu Bersih (Saber) Pangan, Selasa (10/2).
Rakorda yang digelar secara hybrid di Baruga Lappo Ase Bulog Sulsel ini melibatkan ratusan peserta dari seluruh jajaran OPD teknis, kabupaten/kota, hingga kepolisian se-Sulsel. Tujuannya untuk memastikan masyarakat bisa berpuasa dan merayakan Idulfitri dengan tenang tanpa khawatir harga melambung atau barang langka.
“Kita pastikan barangnya ada, tetapi dengan syarat harganya juga harus terjangkau,” tegas Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas, Brigjen Hermawan, dalam rapat tersebut.
Ia menyebut kondisi stok pangan di Sulsel saat ini aman dan tidak ada indikasi kekurangan. Rakorda tersebut adalah puncak dari persiapan intensif.
Sehari sebelumnya, Senin (9/2), seluruh pihak terkait telah menggelar rapat pemantapan di kantor Bulog untuk menyamakan persepsi dan strategi. Karmila Hasmin Marunta dari Perum Bulog Kanwil Sulselbar menekankan, Rakorda Saber Pangan adalah instrumen krusial untuk mengawal Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan tenang,” ujarnya.
Dukungan penuh juga datang dari penegak hukum. AKP Jabbar dari Polda Sulsel mengingatkan pentingnya kolaborasi mengatasi tantangan di lapangan.
Sementara Asisten I Pemprov Sulsel, Ishaq Iskandar, menegaskan ketahanan pangan adalah program prioritas presiden yang membutuhkan sinergi semua pihak.
“Seluruh pihak akan melakukan tindakan terhadap pelanggaran harga dan mutu pangan,” jelas Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Kemal Redindo Syahrul Putra.
Sebelumnya, harga bahan pokok di pasar tradisional di Kota Makassar, Sulsel mulai mengalami kenaikan, tapi belum signifikan. Kenaikannya masih antara Rp50 hingga Rp500 per kilogram.
"Setiap tahun memang naik. Apalagi kalau mau puasa (Ramadan) sama hari raya, pasti naik. Nanti pasti kenaikannya lebih, karena kan permintaan banyak," seru Amir salah satu pedagang di Pasar Pa'baeng-baeng Makassar. (LN/E-4)