RS di Sumut Capai 209, Kini Siapkan Alat Kesehatan Sesuai Sistem Rujukan Berbasis Kompetensi serta Konsep Green Hospital
Rumah sakit (RS) di Indonesia kini mulai mengaplikasikan green hospital, konsep rumah sakit ramah lingkungan yang mengedepankan efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan kenyamanan pasien. Kondisi itu mendorong RS mencari pasokan, termasuk alat kesehatan untuk mengimplementasikan konsep tersebut.
Masih terkait industri alat kesehatan, mencuat juga kebutuhan informasi dan pengadaan dalam rangka pemenuhan kompetensi sesuai regulasi sistem rujukan berbasis kompetensi. Melalui sistem baru ini, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan langsung diarahkan ke rumah sakit yang kompeten (mampu) menangani kondisi medisnya, tidak lagi berjenjang berdasarkan kelas D–C–B–A.
”Berbagai isu tersebut melatarbelakangi partisipasi kalangan rumah sakit di wilayah Sumatra dalam Seminar dan Workshop Perumahsakitan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Sumatra Utara ke-16 serta Medan Hospital Expo 2026. Banyak RS membutuhkan alat kesehatan yang efisien dan efektif dalam mendukung perkembangan terkini,” kata Ketua PERSI Wilayah Sumatra Utara Syaiful M. Sitompul.
Rangkaian kegiatan bertema “Mewujudkan Ekosistem Rumah Sakit yang Handal dan Berkelanjutan” itu, kata Syaiful, akan mempertemukan para pemangku kepentingan di industri rumah sakit. Kegiatan itu akan diselenggarakan di Medan, Sumatra Utara, pada 10 - 12 Februari 2026.
Syaiful menyatakan tema yang dipilih dalam Seminar dan Workshop itu diharapkan menjawab tuntutan masyarakat akan mutu layanan yang semakin tinggi. Tema ini menyiratkan upaya PERSI untuk mendukung RS memperkuat tata kelola sehingga lebih handal atau highly reliable dalam menghadapi tantangan ke depan. Jumlah RS di wilayah Sumatra Utara saat ini telah mencapai 209 RS.
”Tentunya kita harus selalu optimis menggapai peluang sembari memperkuat internal RS. RS juga harus berkomitmen menerapkan program berkelanjutan yang terdiri dari aspek lingkungan, sosial dan tata kelola. Kami mendukung semua RS agar tetap bertahan bahkan berkembang secara kemampuan finansial maupun mutu pelayanannya agar tidak ada lagi RS yang tutup karena tidak mampu menghadapi pergolakan internal maupun eksternal,” kata Syaiful.
Melalui rangkaian kegiatan ini, lanjut Syaiful, RS memiliki kesempatan langsung untuk melihat perkembangan terbaru, membandingkan berbagai solusi, serta menjalin komunikasi dengan penyedia teknologi. Kehadiran pada pameran ini diharapkan dapat membantu manajemen RS merencanakan pembaruan peralatan secara lebih tepat, terukur, dan sesuai kebutuhan.
Direktur Marketing & Finance PT Okta Sejahtera Insani Yudha Imam Sutedja menyatakan Medan Hospital Expo 2026 yang diselenggarakan paralel dengan rangkaian kegiatan seminar dan pelatihan bagi kalangan RS itu akan menghadirkan sejumlah inovasi terkini, di antaranya hematology analyzer, alat laboratorium otomatis ini berfungsi menganalisis sampel darah secara cepat dan akurat, menghitung serta mengukur berbagai komponen seperti sel darah merah, putih, hemoglobin, hematokrit, dan trombosit untuk membantu diagnosis penyakit seperti anemia, diabetes, hingga kanker.
Ada pula ICU bed electric yaitu ranjang RS canggih yang dirancang khusus untuk pasien kritis di unit perawatan intensif (ICU) yang memungkinkan penyesuaian posisi pasien (ketinggian serta posisi kepala dan kaki) secara otomatis menggunakan motor elektrik dan panel control. Alat ini mendukung kenyamanan pasien serta memudahkan tenaga medis dalam perawatan intensif, bahkan beberapa jenis ICU bed electric juga dilengkapi fitur seperti CPR darurat dan sistem timbangan.
Selain itu, ada pula delivery bed electric yaitu tempat tidur persalinan canggih yang dioperasikan secara elektrik untuk menyesuaikan posisi ibu menggunakan remote control. Tempat tidur ini mengoptimalkan kenyamanan saat bersalin, juga memudahkan kerja tenaga medis, karena dilengkapi fitur pendukung seperti penyangga kaki, pagar pengaman, dan CPR darurat.
Selain tiga alat kesehatan dengan teknologi terkini itu, juga akan ditampilkan berbagai sarana pendukung dan peralatan lainnya, di antaranya anastesi, laboratorium klinis beserta reagen, fasilitas gedung dan arsitektur RS, hingga pengolahan limbah RS.
”Pameran industri kesehatan ini menjadi medium bagi kalangan RS di wilayah Sumatra untuk melakukan pembaruan teknologi untuk menunjang kualitas pelayanan. Inovasi pelayanan dengan mengedepankan teknologi terkini menjadi strategi penting bagi kalangan RS wilayah Sumatra yang menghadapi persaingan ketat dengan RS-RS di negara tetangga,” kata Yudha. (X-8)