Bencana 25 November 2025 Tinggalkan Luka Mendalam di Tapanuli Tengah, 17.984 Rumah dan Ribuan Hektare Lahan Pertanian Rusak


Penulis:  Januari Hutabarat - 28 January 2026, 12:22 WIB
MI/Januari Hutabarat

BENCANA alam yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 25 November 2025 lalu meninggalkan luka mendalam bagi ribuan warga, termasuk di wilayah Tapanuli Tengah. Rumah-rumah rusak, lahan pertanian hancur, dan banyak keluarga kehilangan tempat tinggal sekaligus sumber penghidupan. 

Nupati Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Masinton Pasaribu, Selasa (27/1), menyebutkan sebanyak 17.984 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, hingga berat. Dampak bencana juga meluas ke sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat pedesaan. 

“Kerusakan lahan sawah mencapai 7.365 hektare, sementara kebun dan ladang warga yang rusak sekitar 1.164 hektare,” ujar Masinton.

Masinton menilai dampak bencana ini tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga memukul ketahanan ekonomi dan psikologis masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah tengah menyiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pemulihan sektor pertanian. 

“Kami bekerja keras bersama jajaran perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait pemulihan bisa segera dirasakan masyarakat,” katanya.

Pemkab Tapanuli Tengah juga berharap dukungan pemerintah provinsi dan pusat, mengingat luasnya wilayah terdampak serta besarnya kebutuhan pemulihan pascabencana. 

Bagi warga, angka-angka tersebut bukan sekadar data. Sulastri, 46, warga Kecamatan Kolang, mengaku masih trauma setiap kali hujan turun. 

“Rumah masih bisa ditumpangi seadanya, tapi sawah kami habis. Mau makan dari mana lagi, itu yang paling kami pikirkan sekarang,” kata Sulastri dengan suara lirih.

Hal serupa dialami Rizal, 38, petani lainnya. Ia kehilangan areal persawahan yang sudah siap tanam. (JH/E-4)