Warga Ceritakan Detik-Detik Banjir Terjang Kawasan Wisata Guci Tegal


Penulis: Suparji Rasban - 25 January 2026, 20:55 WIB
MI/Suparji

BANJIR bandang melanda kawasan wisata air panas Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (24/1).

Air bah berwarna coklat pekat mengalir deras dari hulu Gunung Slamet membawa material lumpur, pasir, hingga ranting-ranting kayu.

Aliran banjir juga memutus tiga jembatan vital di kawasan wisata Guci: Jembatan Jedor, Jembatan Kaligung di Pancuran 13, dan jembatan gantung di Pancuran 5. Ketiganya merupakan akses utama penghubung antarobyek wisata dan menuju ke Desa Guci.

Menurut warga setempat, Taufik, 37, menuturkan debit air meningkat secara tiba-tiba pada Jumat (23/1) sore sekitar pukul 16.30 WIB.

Suara gemuruh dari arah hulu sungai terdengar sebelum banjir bandang menerjang kawasan wisata.

"Awalnya hanya hujan deras. Namun, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Air langsung datang besar dan keruh," jelas Taufik.

Taufik menyebut, puncaknya terjadi pada Sabtu, pukul 02.00 WIB dini hari. Tinggi air dilaporkan mencapai sekitar 7 meter, membuat jembatan tak mampu menahan hantaman arus bercampur lumpur dan pasir. 

"Air naik sangat cepat. Jembatan yang biasa dilewati wisatawan tidak kuat menahan hantaman air yang membawa material lumpur dan pasir," lanjut Taufik.

Tak hanya memutus akses utama menuju Pancuran 13 dan Pancuran 5, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan parah fasilitas wisata. Pemkab Tegal pun menetapkan status tanggap darurat bencana di Guci untuk 14 hari ke depan. (JI/E-4)