Agam Rinjani Bergabung dengan Tim SAR, Ikut Cari Korban Pesawat ATR 42-500
OPERASI pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT di Gunung Bulusaraung memasuki hari keenam. Pendaki sekaligus relawan kemanusiaan, Agam Rinjani, terpantau sudah berada di Posko Advanced Jungle Unit (AJU) Desa Tompo Bulu untuk membantu proses evakuasi di medan terjal.
Agam Rinjani mengungkapkan bahwa dirinya hadir untuk mendukung strategi Basarnas, khususnya dalam menangani titik-titik evakuasi yang membutuhkan keahlian vertical rescue. Lokasi jatuhnya pesawat yang berada di lereng curam dan tebing pegunungan menjadi tantangan utama tim di lapangan.
Fokus Evakuasi di Jalur Vertikal
Agam bersama tiga rekannya akan mengambil posisi di Pos 9, yang merupakan jalur utama menuju titik jatuh pesawat. Mereka direncanakan akan bermalam di atas gunung guna mempercepat proses pengangkatan jenazah dari dasar tebing.
"Kami berkoordinasi dengan teman-teman Basarnas terkait strategi di lapangan. Fokus kami adalah evakuasi korban di medan vertikal menggunakan peralatan lengkap yang kami bawa," ujar Agam di Posko SAR Pangkep, Kamis (22/1).
Update Temuan Korban
Hingga Kamis siang, tim SAR gabungan dilaporkan telah menemukan total 9 kantong jenazah dan potongan tubuh (body part) dari lokasi kejadian. Dari 10 orang yang berada di dalam pesawat (7 kru dan 3 penumpang), tim masih terus menyisir area radius 50 meter dari titik temuan awal untuk mencari korban lainnya.
Kondisi cuaca di Gunung Bulusaraung yang sering berubah secara mendadak, mulai dari kabut tebal hingga angin kencang, menjadi kendala serius bagi tim penyelamat.
"Prinsip kami, menolong harus tetap safety. Cuaca dan medan di sini memang sangat menantang," tambah Agam.
Pesawat ATR 42-500 tersebut sebelumnya dinyatakan hilang kontak pada Sabtu (17/1) saat melakukan penerbangan rute Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat ditemukan dalam kondisi hancur setelah menabrak dinding gunung di kawasan Taman Nasional Bulusaraung. (E-4)