Rencana Pernikahan Kandas, Pramugari Florencia Lolita Teridentifikasi sebagai Korban Pesawat ATR
TRAGEDI jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung menyisakan duka yang sangat mendalam. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan pada Rabu (21/1) mengonfirmasi bahwa salah satu jenazah yang berhasil dievakuasi adalah Florencia Lolita Wibisono, 33)\, pramugari senior dalam penerbangan tersebut.
Florencia, yang akrab disapa Olen, ditemukan di kedalaman jurang 500 meter pada Senin lalu. Identitasnya dipastikan melalui pencocokan sidik jari jempol kiri dan data medis ante-mortem. Kabar ini sekaligus memupus harapan keluarga yang sebelumnya sempat berdoa akan adanya mukjizat bagi perempuan asal Minahasa tersebut.
Gugur Jelang Hari Bahagia
Di balik dedikasinya selama 14 tahun di dunia penerbangan, terselip kisah pilu mengenai masa depan Olen. Pihak keluarga mengungkapkan bahwa almarhumah sebenarnya tengah mempersiapkan rencana pernikahan dalam waktu dekat. Calon suaminya disebut-sebut juga berprofesi sebagai seorang pilot.
Kerabat korban di Tondano, Sulawesi Utara, mengaku sangat terpukul. Olen dikenal sebagai sosok mandiri dan berprestasi, bahkan sempat menjadi instruktur (trainer) bagi pramugari junior sebelum bergabung dengan IAT tiga bulan lalu.
Proses Pemulangan Jenazah
Kepala Biddokkes Polda Sulsel, Kombes dr. Muhammad Haris, menyatakan kondisi jenazah Florencia masih memungkinkan untuk diidentifikasi secara fisik dan medis. "Kami yakin berdasarkan data primer sidik jari dan properti yang melekat. Jenazah dengan nomor post-mortem 62B.01 adalah Florencia Lolita," tegasnya.
Saat ini, jenazah almarhumah telah diserahterimakan kepada pihak keluarga dan manajemen maskapai di RS Bhayangkara Makassar. Rencananya, jenazah akan diterbangkan ke Jakarta untuk disemayamkan di rumah duka di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur. Hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih berupaya mengevakuasi korban lain di medan ekstrem Gunung Bulusaraung. (E-4)