Setahun Kepemimpinan Supian-Chandra di Depok Dinilai belum Sentuh Isu Substantif


Penulis:  Kisar Rajagukguk - 23 February 2026, 17:14 WIB
Antara

LAMBANNYA eksekusi kebijakan menjadi sorotan tajam dalam setahun masa jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, Supian Suri dan Chandra Rahmansyah. Pemerintah kota (Pemkot) pun dinilai belum membawa perubahan signifikan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Setahun tiga hari Supian-Chandra menjabat tak bawa perubahan. Wali Kota dan Wakil Wali Kota tak membuktikan komitmen untuk bekerja lebih keras dalam memajukan Kota Depok," ujar pengamat kebijakan publik sekaligus dosen Universitas Pancasila, Murthada Sinuraya, Senin (23/2).

Sinuraya mengkritik adanya jurang pemisah antara janji politik dengan realitas di lapangan. Ia menyebut ekspektasi masyarakat terhadap akselerasi pembangunan pascapilkada sejauh ini hanya menjadi retorika tanpa aksi nyata. "Harapan masyarakat akan perubahan cepat setelah pilkada terkesan hanya omon-omon," cetusnya.

Daftar Proyek Mangkrak
Sejumlah persoalan krusial yang menjadi rapor merah dalam setahun terakhir meliputi:

  •     Kemacetan: Rencana pelebaran Jalan Raya Sawangan, pembangunan Underpass Citayam, dan Flyover Margonda-Juanda yang belum menunjukkan progres fisik.
  •     Krisis Sampah: Penanganan TPA Cipayung yang kian kritis (overload) meski ada janji pembebasan lahan 3 hektare.
  •     Infrastruktur: Kerusakan jalan di 11 kecamatan yang kian meluas dan mengancam keselamatan pengendara.
  •     Ketertiban: Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di pasar tradisional dan kawasan Car Free Day (CFD) yang jalan di tempat.

Terkait kemacetan di Jalan Raya Sawangan, Sinuraya mengingatkan janji Pemkot untuk membebaskan lahan di Simpang Parung Bingung guna memperlancar arus kendaraan. "Katanya akan memperlebar sisi kiri jalan di area belokan menuju Sawangan, supaya pergerakan kendaraan jadi lebih mudah," ucap Sinuraya.

Warning Kepercayaan Publik
Sinuraya memperingatkan bahwa stagnasi pembangunan ini dapat memicu krisis kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Supian-Chandra.

"Jangan sampai publik tidak percaya. Kalau publik sudah tidak percaya, akan muncul sebagai upaya pembangkangan. Kalau itu yang terjadi, maka itu bahaya, itu warning," tutupnya. (KG/P-2)