171 Ribu Warga Turun ke Jalan, Pramono-JK Kompak Bersih-bersih Jakarta


Penulis: Mohamad Farhan Zhuhri - 08 February 2026, 15:18 WIB
MI/Mohammad Farhan Zhuhri

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan gerakan Jaga Jakarta Bersih bukan sekadar kegiatan seremonial. Program ini akan dijalankan secara rutin sebagai upaya kolektif membangun Jakarta yang lebih nyaman, aman, sekaligus bebas dari persoalan lingkungan seperti banjir.

“Jumlah yang terlibat hari ini mencapai 171.134 orang, dilakukan serentak di seluruh wilayah Jakarta,” ujar Pramono saat kerja bakti bersama Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2).

Pramono menyebut kegiatan ini digagas bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat yang dipimpin Jusuf Kalla. PMI turut memberikan dukungan nyata berupa cangkul, sekop, gerobak, hingga karung sampah yang disalurkan ke 44 kecamatan dan 267 kelurahan.

Kerja bakti tersebut tak hanya melibatkan warga, tetapi juga unsur Forkopimda, Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya, BUMD, hingga komunitas masyarakat. Pramono menegaskan gerakan ini sejalan dengan arahan Presiden dalam Rakernas, namun Jakarta akan menjadikannya agenda berkelanjutan.

“Kita ingin Jakarta lebih nyaman, lebih aman, termasuk memperluas ruang terbuka hijau. Jalan tol penyangga kita izinkan dimural, di bawahnya dibuat taman-taman kecil yang bisa dimanfaatkan warga,” ujarnya.

Sementara itu, Jusuf Kalla menekankan kebersihan kota adalah tanggung jawab warga sendiri. Menurutnya, banjir kerap terjadi karena saluran air tersumbat sampah yang dibuang sembarangan.

“Kalau banjir, jangan marahi gubernur. Marahi diri sendiri. Karena yang mengotori kita, yang membersihkan juga kita,” tegas JK.

Ia mengingatkan banjir paling berdampak pada rakyat kecil dan menimbulkan kerugian ekonomi hingga triliunan rupiah setiap tahun. Karena itu, JK mendorong setiap rumah, ruko, dan kantor membersihkan selokan di depan bangunannya secara mandiri.

“Banjir terjadi karena air yang masuk lebih banyak daripada yang keluar. Jalan keluarnya ada di sungai, gorong-gorong, dan selokan, dan itu harus dibersihkan. Satu jam seminggu sudah cukup. Jika semua warga bergerak, Jakarta akan jauh dari banjir,” tuturnya. (Z-10)