Pramono : Rute Trans-Jakarta Blok M - Soetta Tarif Tetap, 20 Armada Disiapkan
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung memastikan rencana pengoperasian rute Transjabodetabek Blok M-Soetta (Bandara Soekarno-Hatta) memasuki tahap finalisasi.
TransJabodetabek Blok M-Soetta diputuskan dalam rapat terbatas khusus yang digelar untuk mematangkan aspek teknis layanan, termasuk tarif dan kesiapan armada.
“Hari ini kebetulan kita ada ratas khusus untuk finalisasi TransJabodetabek yang dari Blok M ke Soekarno-Hatta,” ujar Pramono Di Jakarta Utara, Kamis (5/2).
Terkait tarif layanan pada rute Blok M-Soetta tersebut, ia menegaskan tidak akan mengalami perubahan. Penumpang tetap dikenakan tarif Rp2.000 sebelum pukul 06.00 WIB dan Rp3.500 setelah pukul 06.00 WIB.
"Mengenai rencana tarifnya belum ada perubahan,” katanya.
Untuk menunjang layanan, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan 20 armada bus pada trayek Blok M–Soetta. Dengan jumlah tersebut, Pramono memastikan waktu tunggu penumpang berada pada kisaran 5 hingga maksimal 10 menit.
"Sehingga dengan demikian setiap lima, maksimum sepuluh menit itu selalu ada,” ujarnya.
Selain itu, menanggapi keluhan masyarakat terkait lamanya waktu tunggu TransJakarta belakangan ini, Pramono mengakui ada sejumlah faktor yang memengaruhi. Salah satunya adalah kondisi cuaca.
"Harus diakui, karena musim hujan, sering kali menunggu cukup lama,” kata dia.
Bukan hanya faktor cuaca, lonjakan signifikan jumlah pengguna transportasi umum juga menjadi penyebab utama. Pramono menyebut kebijakan pembebasan tarif bagi 15 golongan masyarakat mendorong perubahan perilaku warga.
"Sekarang orang naik transportasi umum meningkat dengan pesat. Ini membuat naik transportasi umum menjadi habit baru,” ujarnya. (H-4)