Cuaca Ekstrem Sebabkan Genangan Air di Akses Menuju Stasiun Halim, Penumpang Disarankan Gunakan LRT dan Jalan Tol
KCIC menginformasikan bahwa pada Kamis (29/1) pukul 05.55 WIB, TMC Polda Metro Jaya melaporkan adanya genangan air setinggi 25 cm di Jalan DI Panjaitan, Cawang, Jakarta Timur. Genangan ini terus meningkat hingga mencapai 50 cm sekitar pukul 09.00 WIB. Meskipun genangan air saat ini sudah mulai surut, kemacetan di kawasan tersebut masih terjadi akibat pengaturan lalu lintas oleh petugas kepolisian.
General Manager KCIC Eva Chairunisa mengatakan, sehubungan dengan kepatan lalu lintas akibat genangan air menuju Stasiun Halim ini, KCIC mengimbau kepada seluruh penumpang untuk menggunakan atau moda transportasi LRT Jabodebek atau exit tol Halim sebagai alternatif perjalanan menuju Stasiun agar tidak terlambat tiba di stasiun.
“KCIC mengimbau calon penumpang Whoosh untuk mengatur rute dan waktu perjalanan agar guna menghindari keterlambatan akibat genangan air. Penumpang juga disarankan untuk memanfaatkan rute dan akses alternatif sehingga perjalanan menuju stasiun menjadi lebih lancar,” ujar Eva.
KCIC juga telah menyiagakan petugas tambahan di area stasiun untuk membantu kelancaran pergerakan penumpang, memberikan panduan jalur aman, dan memastikan keselamatan penumpang di tengah kondisi jalan yang licin.
Bagi penumpang yang terlambat, selama masih dalam batas waktu 15 menit setelah jadwal keberangkatan, proses reschedule tetap dapat dilakukan di loket Stasiun.
Masyarakat dapat menghubungi Contact Center KCIC melalui WhatsApp chat dan call ke 0811-8888-111, email cs@kcic.co.id, serta melalui DM Instagram @keretacepat_id untuk mendapatkan info terbaru terkait perjalanan Whoosh
Eva mengatakan, untuk operasional Whoosh, kondisi saat ini aman dan tidak mengalami keterlambatan. Jika terjadi hujan yang cukup tinggi di jalur, Whoosh akan melakukan pembatasan kecepatan untuk alasan keselamatan.
"KCIC terus memantau kondisi cuaca dan akses menuju stasiun secara berkala serta akan memberikan pembaruan informasi kepada masyarakat melalui kanal komunikasi resmi perusahaan," tutup Eva. (E-4)