Pramono Bakal Lakukan Pembebasan Lahan, Normalisasi Kali Cakung Lama


Penulis: Mohamad Farhan Zhuhri - 27 January 2026, 15:44 WIB
Dok. Medcom

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan rencana normalisasi Kali Cakung Lama akan berdampak dengan pembebasan lahan warga. Pembebasan lahan dilakukan fokusnya yang mengalami penyempitan ekstrem.

Ia menyebutkan normalisasi Sungai Cakung Lama akan dilanjutkan secara menyeluruh dan ditargetkan rampung pada akhir 2027.

"Kita akan melakukan meneruskan normalisasi Sungai Cakung Lama ini dan mudah-mudahan sampai dengan akhir tahun 2027 selesai," ujar Pramono di lokasi, Selasa (27/1).

Ia menjelaskan, total panjang Kali Cakung Lama yang akan dinormalisasi mencapai sekitar 8,5 kilometer dengan volume pengerukan kurang lebih 45.000 meter kubik. Pekerjaan tersebut terbagi dalam 17 segmen yang akan dikerjakan secara bertahap.

Ia menyoroti adanya titik penyempitan atau bottleneck di bagian hilir, tepatnya di kawasan Sungai Begog. Di lokasi tersebut, lebar badan sungai disebut hanya tersisa sekitar dua meter, sehingga menjadi salah satu penyebab utama meluapnya air saat hujan deras.

Ia menegaskan, pelebaran sungai hingga 15 meter tidak bisa dihindari dan akan diikuti pembangunan jalan inspeksi di sisi kiri dan kanan sungai. 

Kondisi ini membuat pembebasan lahan, termasuk rumah warga yang berdiri di atas badan sungai, menjadi konsekuensi yang harus diambil.

"Untuk normalisasi sungai atau Kali Cakung Lama, pasti nanti di ujungnya akan ada pembebasan lahan. Terutama yang kemarin yang kita lihat, yang hampir di atas sungai itu sudah menjadi rumah, pasti akan ada pembebasan lahan," ujarnya.

Pramono menyebut keputusan tersebut diambil karena pelebaran muara sungai dinilai lebih efektif dalam mengendalikan aliran air. Ia mengaku pembebasan lahan menjadi salah satu prioritas yang harus diputuskan agar proyek tidak berhenti di tengah jalan.

Terkait anggaran, Pramono mengakui kebutuhan biaya normalisasi Kali Cakung Lama cukup besar. Namun, Pramono memastikan proyek akan dikerjakan secara intensif hingga selesai.

"Sampai dengan penyelesaian akhir tahun 2027, tentunya alokasi biaya dan sebagainya cukup besar. Nanti angkanya saya belum bisa sebutkan, tetapi secara prinsip saya sudah memutuskan ini enggak boleh kerjanya sepotong-sepotong. Kerjanya harus sampai selesai," ucapnya.

Ia berharap, setelah normalisasi rampung, wilayah-wilayah yang selama ini kerap terdampak banjir seperti Kelapa Gading, Sukapura, Cilincing, dan Semper Barat dapat tertangani lebih baik. Meski demikian, Pramono menegaskan Jakarta tetap tidak akan sepenuhnya bebas dari genangan.

"Secara tata ruang, enggak mungkin Jakarta ini enggak ada genangan, enggak mungkin. Jadi saya harus menyampaikan apa adanya, tetapi inilah salah satu solusi jangka menengah yang kami lakukan untuk mengatur banjir yang selama ini terjadi di Jakarta," imbuhnya. (H-3)