Kebutuhan Skincare yang Aman Meningkat, Produk Berbasis Sains kian Dilirik


Penulis: Putri Anisa Yuliani - 26 February 2026, 02:30 WIB
Dok. Newlab+

MENINGKATNYWA tren perawatan kulit dalam beberapa tahun terakhir membuat masyarakat semakin selektif dalam memilih produk skincare. Tidak hanya mengejar hasil instan, konsumen kini juga mempertimbangkan aspek keamanan, kandungan bahan aktif, serta dampak penggunaan jangka panjang terhadap kesehatan kulit. Kesadaran ini mendorong kebutuhan akan produk yang tidak sekadar efektif, tetapi juga teruji aman dan transparan dalam klaim manfaatnya.

Di tengah meningkatnya penggunaan produk perawatan kulit di Indonesia, kebutuhan akan skincare yang tidak hanya efektif tetapi juga aman untuk penggunaan jangka panjang semakin menjadi perhatian masyarakat. 

Menjawab kondisi tersebut, Newlab+ kembali menegaskan komitmennya sebagai brand berbasis sains melalui peluncuran Brightlogy Intensive UV Shield Day Cream dan Brightlogy Intensive Night Cream di Jakarta, Rabu (25/2).

Brightlogy diperkenalkan sebagai face cream dengan kandungan 1% hexylresorcinol yang diklaim setara dengan 4% hydroquinone, bahan pencerah yang penggunaannya diatur secara ketat. Produk ini disebut telah memenuhi standar keamanan, terdaftar di BPOM, serta bersertifikat halal. Brightlogy juga dikenal sebagai 'Face Cream Hexyl, Kasta Tertinggi' dan telah menjadi andalan sejumlah figur publik serta reviewer kecantikan, termasuk Tasya Farasya dan Doktif.

Peluncuran Brightlogy tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada upaya peningkatan literasi masyarakat dalam memilih skincare yang aman. Sebagai bagian dari kampanye edukasi tersebut, Newlab+ meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui tajuk 'Deklarasi Produk Kecantikan Aman oleh Affiliator Terbanyak Secara Serentak' Sebanyak 1.700 affiliator secara bersamaan melakukan siaran langsung di platform TikTok pada 25 Februari 2026 untuk mengedukasi publik mengenai pentingnya penggunaan produk kecantikan yang aman dan sesuai fungsi.

Inisiatif ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam mendorong kesadaran konsumen terhadap penggunaan skincare yang lebih bertanggung jawab. Kampanye tersebut juga menekankan pentingnya memilih produk tanpa klaim berlebihan serta memahami kandungan aktif sebelum digunakan dalam jangka panjang.

Selain kampanye digital, Newlab+ menghadirkan program edukatif berupa penukaran skincare lama dengan produk Newlab di gerai Watsons. Program ini berlangsung di Mall of Indonesia pada 9-15 Maret 2026, Tunjungan Plaza pada tanggal yang sama, serta Gandaria City pada 16-22 Maret 2026. Melalui program ini, konsumen diajak beralih ke produk yang dinilai lebih aman dan sesuai fungsi kulit.

Perusahaan menyebut pendekatan formulasi Brightlogy mengedepankan transparansi klaim dan dasar ilmiah. Hal ini bertujuan memberikan alternatif perawatan kulit yang lebih aman sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak mudah tergiur klaim instan yang berpotensi berisiko bagi kesehatan kulit.

Doktif menyatakan bahwa Brightlogy Intensive Night Cream telah ditinjau dari sisi kandungan aktif dan formulasi secara keseluruhan. "Brightlogy Intensive Night Cream telah kami reviu dari sisi kandungan aktif yang digunakan dan formulasi secara keseluruhan telah sesuai secara fungsi tanpa adanya overclaim terhadap manfaat produk,” ujarnya.

Peluncuran Brightlogy beserta rangkaian kampanye edukasi ini menjadi bagian dari komitmen Newlab+ untuk memberikan dampak positif tidak hanya sebagai brand, tetapi juga melalui produk yang mendukung penggunaan skincare yang lebih bijak, efektif, dan aman bagi konsumen Indonesia. Upaya ini sejalan dengan prinsip #SkincareHexylAntiOverclaim yang diusung perusahaan.

Newlab+ sendiri merupakan brand kecantikan yang berfokus pada pengembangan produk skincare berbasis teknologi modern dengan standar keamanan tinggi serta efektivitas yang teruji. Di bawah kepemimpinan Founder dan CEO Meliani Muljoredjo bersama COO Yenny Laksana, perusahaan terus mendorong inovasi berbasis sains sekaligus membangun ekosistem kecantikan yang lebih bertanggung jawab melalui edukasi penggunaan skincare yang aman bagi masyarakat Indonesia. (Put/E-1)