Iran Ogah Respons Usulan Gencatan Senjata 48 Jam dari AS


Penulis: Andhika Prasetyo - 04 April 2026, 10:23 WIB
Anadolu

Iran dilaporkan tidak merespons usulan gencatan senjata selama 48 jam yang diajukan oleh Amerika Serikat di tengah eskalasi konflik Timur Tengah. Mengutip laporan kantor berita Fars News Agency, Washington mengajukan proposal tersebut pada 2 April melalui salah satu negara sahabat. Usulan itu muncul seiring meningkatnya ketegangan serta tekanan terhadap pasukan AS yang berada di kawasan.

Namun, alih-alih memberikan jawaban resmi secara tertulis, Teheran disebut merespons secara langsung di lapangan dengan tetap melanjutkan operasi militer berintensitas tinggi.

Sumber yang sama menyebutkan bahwa Amerika Serikat terus meningkatkan upaya diplomatik untuk meredam konflik, terutama setelah dilaporkan adanya serangan terhadap fasilitas militer AS di Pulau Bubiyan, Kuwait.

Situasi ini menunjukkan bahwa ketegangan tidak hanya melibatkan Iran dan Israel, tetapi juga mulai meluas ke wilayah lain yang menjadi basis strategis militer AS di Timur Tengah.

Konflik memanas sejak 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah negara lain seperti Yordania, Irak, dan kawasan Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Dampak Global Meluas

Serangkaian serangan balasan tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga berdampak pada stabilitas global. Gangguan terjadi pada pasar energi dunia serta sektor penerbangan internasional, seiring meningkatnya risiko keamanan di kawasan Timur Tengah.

Dengan belum adanya kesepakatan gencatan senjata, konflik berpotensi terus berlanjut dan memperbesar ketidakpastian geopolitik global. (E-3)