Jepang Pertimbangkan Misi Pembersihan Ranjau di Selat Hormuz setelah Gencatan Senjata


Penulis: Dhika Kusuma Winata - 22 March 2026, 14:54 WIB
AFP

PEMERINTAH Jepang membuka peluang untuk mengerahkan kekuatan militernya dalam misi pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Opsi tersebut bakal dipertimbangkan dengan catatan apabila gencatan senjata telah tercapai dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, mengungkapkan kemungkinan tersebut dalam sebuah wawancara dengan Fuji TV.

Motegi menyatakan bahwa Tokyo dapat mengambil peran teknis jika situasi keamanan di jalur perdagangan vital tersebut sudah mulai mereda.

"Jika terjadi gencatan senjata menyeluruh, secara hipotetis, maka hal-hal seperti penyapuan ranjau dapat muncul," ujar Motegi sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

Ia menekankan bahwa langkah itu masih bersifat pengandaian dan sangat bergantung pada kondisi di lapangan.

Menurutnya, hambatan berupa ranjau laut di jalur pelayaran internasional menjadi perhatian serius bagi keamanan navigasi global.

"Ini murni hipotetis, tetapi jika gencatan senjata ditetapkan dan ranjau laut menciptakan hambatan, maka saya pikir itu akan menjadi sesuatu yang perlu dipertimbangkan," lanjutnya.

Pernyataan Motegi itu muncul setelah sebelumnya Jepang sempat menyatakan tidak akan mengirimkan pasukan untuk mengamankan rute perdagangan tersebut.

Keputusan itu diambil meskipun ada tekanan dan permintaan bantuan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menjaga stabilitas di kawasan Selat Hormuz. (H-4)