Update Perang Iran 2026: 200 Tentara AS Terluka, 13 Personel Gugur


Penulis:  Media Indonesia - 17 March 2026, 22:41 WIB
Al Jazeera

KETEGANGAN di Timur Tengah semakin memanas memasuki minggu ketiga Maret 2026. Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) melaporkan bahwa jumlah tentara AS yang terluka dalam konflik dengan Iran kini mencapai 200 orang, meningkat drastis dari angka yang diumumkan pekan lalu.

Juru bicara Centcom, Kapten Tim Hawkins, mengungkapkan ada penambahan 60 personel terluka dalam kurun waktu enam hari terakhir. "Sepuluh anggota layanan saat ini mengalami luka serius, sementara mayoritas menderita luka ringan dan lebih dari 180 di antaranya kembali bertugas," ujar Hawkins dalam keterangan resminya.

Daftar Korban Jiwa dan Tragedi KC-135

Hingga saat ini, total tentara Amerika Serikat yang tewas dalam perang Iran mencapai 13 orang. Enam personel gugur dalam kecelakaan pesawat pengisi bahan bakar KC-135 di Irak pada 12 Maret 2026. Berikut daftar prajurit yang gugur dalam insiden tersebut:

  • Maj. John A. Klinner, 33, Auburn, Alabama.
  • Capt. Ariana G. Savino, 31, Covington, Washington.
  • Tech. Sgt. Ashley B. Pruitt, 34, Bardstown, Kentucky.
  • Capt. Seth R. Koval, 38, Mooresville, Indiana.
  • Capt. Curtis J. Angst, 30, Wilmington, Ohio.
  • Tech. Sgt. Tyler H. Simmons, 28, Columbus, Ohio.

Tujuh personel lain tewas akibat serangan langsung Iran ke pangkalan militer AS. Enam tentara dari unit 103rd Sustainment Command gugur dalam serangan drone di Kuwait. Satu prajurit, Sersan Benjamin Pennington, 26, tewas dalam serangan di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi.

Kritik Keluarga Korban Terhadap Perang

Meningkatnya jumlah korban memicu sentimen negatif di publik Amerika Serikat. Keluarga dari Tech. Sgt. Tyler Simmons menyatakan kekecewaan mendalam atas kebijakan keterlibatan militer AS. "Kita tidak perlu berada dalam perang ini. Ini tidak beralasan dan inilah konsekuensi yang harus kita tanggung," ujar Stephan Douglas, sepupu korban.

Data Korban Regional: 2.000 Nyawa Melayang

Konflik yang bermula sejak akhir Februari 2026 menyebabkan kehancuran masif di seluruh Timur Tengah. Berikut estimasi jumlah korban jiwa berdasarkan laporan terbaru:

Wilayah/Pihak Estimasi Korban Jiwa
Iran 1.330 orang
Libanon 800 orang
Tentara Amerika Serikat 13 orang
Israel 11 orang (9 Sipil, 2 Tentara)

Israel dilaporkan terus mengintensifkan serangan ke wilayah Libanon Selatan. Iran tetap meluncurkan rentetan drone dan rudal sebagai bentuk perlawanan terhadap aliansi AS-Israel di kawasan tersebut. (USA Today/I-2)