Donald Trump Ragukan Mojtaba Khamenei Masih Hidup, Minta Iran Segera Menyerah


Penulis:  Thalatie K Yani - 15 March 2026, 07:53 WIB
White House

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan spekulatif terkait nasib Pemimpin Agung Iran yang baru, Mojtaba Khamenei. Dalam wawancara telepon dengan NBC News pada Sabtu waktu setempat, Trump meragukan apakah putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei tersebut masih hidup atau tidak.

Keraguan Trump muncul setelah Mojtaba Khamenei mengeluarkan pernyataan pertamanya pada hari Kamis lalu hanya dalam bentuk tulisan, tanpa muncul di depan kamera.

"Saya tidak tahu apakah dia masih hidup. Sejauh ini, tidak ada yang bisa menunjukkan sosoknya," ujar Trump. "Saya mendengar kabar dia tidak hidup, dan jika dia memang hidup, dia harus melakukan sesuatu yang sangat cerdas untuk negaranya, yaitu menyerah."

Meski demikian, Trump kemudian menggambarkan kabar kematian tersebut sebagai sebuah "rumor".

Terkait hubungan diplomatik, Trump mengungkapkan Iran sebenarnya ingin melakukan kesepakatan dengan Amerika Serikat. Namun, untuk saat ini, ia menyatakan keengganannya karena tawaran yang ada belum memenuhi ekspektasinya.

"Syarat-syaratnya belum cukup baik," tegas Trump.

Meski menolak merinci detail tuntutannya, Trump memastikan bahwa komitmen Iran untuk menghentikan ambisi nuklir harus menjadi bagian dari kesepakatan potensial di masa depan.

Selat Hormuz

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga membahas situasi panas di Selat Hormuz. Ia mengeklaim sejumlah negara telah berkomitmen untuk membantu mengamankan jalur pelayaran vital tersebut, meski ia menolak menyebutkan nama-nama negara yang dimaksud.

Presiden AS itu juga menyinggung serangan terhadap Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak utama Iran. Trump menyatakan militer AS telah "menghancurkan total" wilayah tersebut.

"Kami mungkin akan menyerangnya beberapa kali lagi hanya untuk bersenang-senang," tambahnya.

Menanggapi kekhawatiran global mengenai lonjakan harga minyak akibat konflik ini, Trump bersikap acuh tak acuh. Menurutnya, stok minyak dan gas di dunia masih sangat melimpah.

"Ada begitu banyak minyak dan gas di luar sana, tetapi jalurnya sedikit tersumbat. Jalur itu akan segera terbuka dalam waktu dekat," pungkasnya. (BBC/Z-2)