Iran Jamin Kapal Tanker India Tembus Blokade Hormuz
Pemerintah Iran secara resmi memberikan jaminan keamanan bagi kapal-kapal tanker India untuk melintasi Selat Hormuz, Sabtu (14/3). Langkah ini menjadi angin segar bagi New Delhi di tengah lumpuhnya jalur pelayaran global akibat eskalasi konflik antara Iran dengan aliansi Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Duta Besar Iran untuk India, Mohammad Fathali, menegaskan bahwa pengecualian ini diberikan atas dasar hubungan bilateral yang kuat. Ia menyatakan bahwa kapal-kapal India akan diizinkan melintas dengan aman sebagai bentuk persahabatan kedua negara.
Diplomasi Energi Modi-Pezeshkian
Keputusan strategis ini menyusul pembicaraan telepon darurat antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Fokus utama kedua pemimpin adalah memastikan keberlanjutan pasokan energi India yang sangat bergantung pada jalur tersebut.
Berdasarkan laporan NDTV, setidaknya dua kapal tanker India, yakni Pushpak dan Parimal, telah berhasil melewati selat tersebut sesaat setelah pembicaraan kedua kepala negara. Saat ini, New Delhi dilaporkan tengah bernegosiasi untuk memastikan keamanan jalur bagi delapan kapal tanker lainnya yang masih berada di zona rawan.
Urat Nadi Energi Global
Selat Hormuz merupakan titik mati (chokepoint) paling krusial di dunia, yang mencakup sekitar 20% perdagangan minyak mentah, produk minyak bumi, dan gas alam cair (LNG) global. Bagi India, gangguan di selat ini merupakan ancaman serius terhadap ketahanan energi nasional.
India mengimpor lebih dari 60% kebutuhan LNG mereka dari pemasok di kawasan Teluk, termasuk Arab Saudi dan Qatar. Seluruh pasokan tersebut wajib melewati Selat Hormuz sebelum mencapai pelabuhan-pelabuhan di India.
Aktivitas pelayaran di kawasan tersebut sempat terhenti total menyusul serangan militer besar-besaran yang dilancarkan AS dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari 2026.
Konflik tersebut memicu aksi balasan Iran terhadap aset-aset militer AS di Timur Tengah, yang membuat jalur perdagangan internasional menjadi zona perang yang sangat berisiko.