Kereta Penumpang Tiongkok-Korea Utara Kembali Beroperasi Setelah 6 Tahun Vakum


Penulis:  Thalatie K Yani - 11 March 2026, 12:16 WIB
AFP

KONEKTIVITAS transportasi darat antara Tiongkok dan Korea Utara kembali berdenyut. Layanan kereta api penumpang antarnegara tersebut dijadwalkan resmi beroperasi kembali pada Kamis (12/3), setelah sempat ditutup total selama enam tahun akibat pandemi covid-19.

Operator kereta api nasional Tiongkok, China Railway, mengumumkan rute Beijing-Pyongyang akan melayani perjalanan empat kali seminggu. Sementara itu, layanan jarak pendek dari kota perbatasan Dandong menuju ibu kota Korea Utara akan beroperasi setiap hari.

Pihak operator menegaskan pengaktifan kembali jalur ini memiliki makna simbolis yang kuat bagi kedua negara tetangga tersebut.

"Layanan kereta api ini adalah penghubung bergerak yang memperkuat persahabatan antara China dan Korea Utara," tulis China Railway dalam keterangan resminya, Selasa malam.

Aturan Ketat dan Prioritas Penumpang

Meskipun jalur telah dibuka, akses bagi wisatawan umum masih terbatas. Menurut laporan AFP, beberapa agen perjalanan menyebutkan tiket saat ini belum tersedia untuk kategori turis murni. Saat ini, kursi diprioritaskan bagi pelancong yang memiliki visa valid, termasuk warga negara Tiongkok yang bekerja atau belajar di Korea Utara, serta warga Korea Utara yang memiliki keperluan studi, pekerjaan, atau kunjungan keluarga di luar negeri.

Antusiasme terhadap pembukaan rute ini terlihat sangat tinggi. Seorang agen perjalanan mengungkapkan kepada Reuters bahwa tiket untuk keberangkatan perdana pada hari Kamis sudah habis terjual (sold out).

Signifikansi Pertukaran Antar-Warga

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, menyatakan normalisasi layanan kereta penumpang ini merupakan langkah krusial dalam hubungan bilateral kedua negara.

"Mempertahankan layanan kereta api penumpang reguler antara kedua negara memiliki signifikansi besar untuk memfasilitasi pertukaran antar-warga," ujar Guo Jiakun, Selasa (10/3).

Sebelum pandemi melanda pada awal 2020, wisatawan asal Tiongkok merupakan penyumbang terbesar bagi sektor pariwisata Korea Utara. Sejak 2024, Korea Utara mulai melonggarkan pembatasan secara bertahap dengan mengizinkan jumlah turis yang sangat terbatas dan meluncurkan proyek baru, termasuk resor tepi laut, guna membangkitkan kembali sektor pariwisata mereka.

Meski demikian, proses pembukaan akses internasional ini dinilai masih berjalan perlahan jika dibandingkan dengan Tiongkok yang telah sepenuhnya membuka diri pasca-pandemi. Pengaktifan jalur kereta api ini diharapkan menjadi sinyal positif bagi pemulihan ekonomi dan hubungan diplomatik di kawasan Asia Timur. (BBC/Z-2)