AS Tak Senang Jika Rusia Berbagi Intelijen ke Iran di Tengah Konflik


Penulis: Dhika Kusuma Winata - 11 March 2026, 07:54 WIB
White House

PEMERINTAH Amerika Serikat (AS) menyatakan tidak senang jika Rusia benar-benar terbukti membagikan informasi intelijen kepada Iran di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Namun, Washington sejauh ini belum melontarkan kecaman keras kepada Moskow.

Pernyataan tersebut disampaikan Gedung Putih setelah laporan media menyebut Rusia mengirimkan intelijen sensitif kepada Teheran, termasuk informasi mengenai posisi kapal perang dan pesawat militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Meski demikian, pemerintah Donald Trump memilih merespons dengan nada hati-hati. Trump bahkan menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin ingin bersikap konstruktif terkait situasi di Timur Tengah setelah keduanya berbicara melalui telepon pada Senin.

Sementara itu, Rusia dilaporkan memberikan dukungan kuat kepada pemimpin tertinggi baru Iran di tengah eskalasi konflik.

Di saat yang sama, Washington juga menghentikan sementara sebagian sanksi terhadap minyak Rusia setelah harga minyak dunia melonjak akibat perang Iran. Sanksi tersebut sebelumnya diberlakukan untuk membatasi pendanaan Moskow dalam perang di Ukraina.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Trump telah menyampaikan pesan kepada Rusia terkait kemungkinan pembagian intelijen tersebut.

“Presiden dan utusan khususnya, Steve Witkoff, telah menyampaikan pesan kepada Rusia bahwa jika hal itu benar terjadi, itu bukan sesuatu yang membuat mereka senang dan mereka berharap hal itu tidak terjadi,” ujarnya.

Pemerintahan Trump sekarang memberikan kelonggaran sanksi terhadap penjualan minyak Rusia khususnya kepada India. Menurut Gedung Putih, langkah itu diambil karena India sebelumnya mematuhi kebijakan sanksi AS.

Hubungan Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama ini kerap menjadi sorotan, terutama sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina. Namun, di tengah perang dengan Iran Trump seakan melunak ke Rusia terutama terkait kelonggaran sanksi.

“Saat kami berupaya menutup sementara kekurangan pasokan minyak global akibat situasi Iran, kami untuk sementara mengizinkan mereka menerima minyak Rusia,” kata Leavitt. (AFP/Z-2)