Ini Alasan Iran Tutup Pintu Negosiasi dengan AS


Penulis: Ferdian Ananda Majni - 05 March 2026, 18:57 WIB
X

DUTA Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa Teheran menolak berbagai tawaran mediasi internasional, termasuk dari Indonesia, untuk meredakan konflik di Timur Tengah.

Iran menyatakan tidak akan melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat karena pengalaman perundingan sebelumnya dinilai selalu berujung pelanggaran kesepakatan.

Perihal tersebut merujuk pada pernyataan Kementerian Luar Negeri RI yang sebelumnya menyatakan kesiapan Indonesia untuk memfasilitasi dialog guna meredakan ketegangan, termasuk kesiapan Presiden Prabowo Subianto menjadi mediator.

"Usulan dari pemerintah Indonesia, kami ingin menyampaikan bahwa kami tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum musuh, dikarenakan kami sudah tidak percaya dengan yang namanya negosiasi," kata Boroujerdi di Jakarta pada Kamis (5/5).

Menurutnya, pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa setiap proses perundingan dengan Amerika Serikat berakhir dengan pelanggaran kesepakatan atau bahkan serangan militer terhadap Iran.

Ia menjelaskan bahwa negosiasi pertama terkait program nuklir Iran yang menghasilkan Joint Comprehensive Plan of Action pada 2015. Perjanjian tersebut melibatkan Iran dan sejumlah negara besar dunia, namun Amerika Serikat kemudian memutuskan menarik diri dari kesepakatan tersebut.

Boroujerdi menyebut negosiasi kedua berlangsung dalam lima putaran dialog antara kedua negara. Namun, proses itu terhenti setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada Juni 2025.

"Negosiasi kedua adalah lima putaran kami melakukan negosiasi dengan mereka dan di tengah-tengah negosiasi mereka telah menyerang negara kami," tegasnya.

Adapun negosiasi ketiga berlangsung melalui jalur tidak langsung dengan Oman bertindak sebagai mediator. Ketika itu, delegasi Iran dan Amerika Serikat sedang menjalani putaran ketiga perundingan tidak langsung di Jenewa, sebelum akhirnya operasi militer antara kedua negara pecah.

Merujuk pada rangkaian negosiasi yang tidak mencapai hasil tersebut, Boroujerdi menegaskan bahwa Iran kini tidak akan lagi membuka ruang dialog dengan Washington dan akan fokus pada upaya memenangkan konflik yang sedang berlangsung.

"Ini berkaitan dengan komitmen terhadap sebuah negosiasi dan jaminan akan berlangsungnya sebuah negosiasi sampai pencapaian hasil. Untuk kali ini kami tidak akan menerima bentuk negosiasi apapun dan kami akan mengejar perang ini sampai kemenangan Iran," ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia menyerukan kepada semua pihak, khususnya AS dan Iran, agar menahan diri serta mengedepankan jalur dialog dan diplomasi guna meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi perundingan langsung antara kedua negara jika kedua belah pihak menyetujuinya.

Selain Indonesia, Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyatakan kesediaannya untuk berperan sebagai mediator. Menurut pernyataan Kremlin, Putin bahkan menawarkan diri untuk menyampaikan keluhan UEA terkait serangan yang terjadi kepada pihak Iran sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan.

Upaya diplomatik dari berbagai negara tersebut muncul di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. (Fer/P-3)