Posisi Terjepit, Iran Minta Negara-Negara Teluk Memahami Langkah Teheran
PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian mengatakan kepada negara-negara Teluk bahwa Teheran 'tidak punya pilihan' selain menyerang. Berpidato di hadapan negara-negara tetangga Iran, dia mengatakan bahwa Iran berupaya menghindari perang melalui diplomasi, tetapi serangan AS-Israel membuat Iran "tidak punya pilihan" selain membalas.
“Kami menghormati kedaulatan Anda,” kata presiden dalam dua unggahan terpisah dalam bahasa Arab dan Persia di X, dikutip Rabu (4/3).
Iran meyakini bahwa keamanan di kawasan ini harus dicapai melalui upaya kolektif regional, tambahnya.
Komentar tersebut disampaikan setelah Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, di mana ia menolak klaim bahwa Teheran hanya menargetkan kepentingan AS di negara tersebut.
Sebelumnya, AS dan Israel dinilai akan terus mengoordinasikan perang mereka terhadap Iran, mereka tidak sepenuhnya selaras dalam hal tuntutan mereka terhadap Republik Islam, kata seorang analis.
“Pemerintahan Trump tentu saja telah mengisyaratkan melalui pesan-pesannya kepada rakyat Iran bahwa mereka ingin melihat perubahan rezim di Iran, tetapi masih – setidaknya dalam pernyataan publiknya – memprioritaskan penghancuran program nuklir, rudal balistik, dan dukungan Iran terhadap terorisme,” kata Jason Campbell, seorang peneliti senior di Middle East Institute, Rabu (4/3).
"Namun, Israel jauh lebih tegas dalam menyerukan perubahan rezim," kata Campbell kepada Al Jazeera dari Washington, DC.
Seiring berlanjutnya perang, kemungkinan besar akan terjadi beberapa perbedaan antara hak prerogatif Israel dan Amerika.
Selain itu, masih belum jelas berapa banyak dari tujuan-tujuan ini yang dapat "dicapai semata-mata melalui operasi udara. Hal itu sangat diragukan,” kata Campbell. (Aljazeera/P-3)