Update, Israel Umumkan Gelombang Serangan ke Teheran, Korban Tewas di Iran Capai 555 Orang


Penulis: Cahya Mulyana - 02 March 2026, 18:51 WIB
Freepik.

MILITER Israel mengumumkan bahwa, berdasarkan informasi intelijen militer, pesawat tempur Israel akan melakukan gelombang serangan tambahan terhadap target-target di Teheran.

Kantor Berita Tasnim melaporkan bahwa ledakan terdengar di Teheran dan kota Karaj di sebelah barat. Bulan Sabit Merah Iran: Jumlah korban tewas akibat serangan Israel-AS meningkat menjadi 555. Palang Merah Iran mengumumkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan AS-Israel telah meningkat menjadi 555 orang.

Kantor Berita Fars menerbitkan pernyataan tertulis yang dikeluarkan oleh Palang Merah Iran. Pernyataan itu mengatakan, "555 orang kehilangan nyawa dalam serangan terhadap 131 permukiman."

Tidak ada informasi yang diberikan mengenai jumlah korban luka. Mojtaba Khalidi, juru bicara Bulan Sabit Merah Iran, mengumumkan pada 28 Februari bahwa 201 orang tewas dan 747 orang terluka dalam serangan AS-Israel.

Korban Tewas di utara Teheran.

Menurut kantor berita semi-resmi Iran, Mehr News Agency, serangan AS-Israel berlanjut di Teheran, menargetkan Lapangan Niloufar dan sekitarnya di bagian utara kota. Laporan awal menunjukkan bahwa setidaknya 20 orang tewas dalam serangan itu, sementara gambar-gambar yang beredar menunjukkan kerusakan parah pada bangunan di dalam dan sekitar Lapangan Nilüfer.

Selain ituKementerian Pendidikan dan Pelatihan Iran menyatakan, "Sejauh ini, 170 siswa dan guru telah kehilangan nyawa mereka dalam serangan AS-Israel." Televisi pemerintah Iran mengumumkan pada 28 Februari bahwa 153 siswa dan guru tewas dalam serangan AS-Israel terhadap sebuah sekolah dasar putri di Minab, provinsi Hormozgan.

Fasilitas Nuklir Natanz

Reza Najafi, perwakilan Iran di Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), menyatakan bahwa fasilitas nuklir Natanz menjadi sasaran serangan AS-Israel.

Menurut Kantor Berita Mehr, Najafi memberikan informasi mengenai masalah tersebut. Najafi mencatat bahwa fasilitas nuklir Natanz menjadi target serangan AS-Israel.

Belum ada pernyataan yang dikeluarkan terkait kerusakan di fasilitas nuklir tersebut. Kemudian menurut Kantor Berita Tasnim, Majid Farshi, Direktur Jenderal Manajemen Bencana di Provinsi Azerbaijan Timur, memberikan informasi mengenai masalah tersebut.

Ferşi menyatakan, "Dalam dua hari terakhir, 27 warga sipil telah kehilangan nyawa mereka dalam serangan yang dilakukan di berbagai lokasi di distrik Tabriz, Serab, Merage, dan Shabester."

Pejabat Iran tersebut menyatakan bahwa 15 dari mereka tewas dalam serangan kemarin di Maragha. Sementara itu, dilaporkan bahwa dua orang tewas dalam serangan udara di Sanandaj.

Fasilitas Militer

Ismail Dehistani, wakil gubernur provinsi Yazd di Iran, mengatakan bahwa enam fasilitas militer di distrik Ardakan, provinsi Yazd, menjadi sasaran serangan AS-Israel. Menurut kantor berita resmi Iran, IRNA, Dehistani memberikan informasi mengenai masalah tersebut.

Seorang pejabat Iran mengatakan, "Pada subuh hari ini, enam fasilitas militer di Ardakan diserang. Selain itu, sebuah target di jalan Yazd-Mehriz juga menjadi sasaran serangan udara AS-Israel." Dehistani tidak memberikan informasi apa pun mengenai korban jiwa dalam serangan tersebut.

Menurut Kantor Berita Tasnim, mengutip sumber keamanan, 41 tentara tewas dalam serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap pos perbatasan Iran. Dinyatakan bahwa serangan-serangan ini dilakukan dengan tujuan untuk menggoyahkan perbatasan negara dan menciptakan kerentanan keamanan di sepanjang garis perbatasan.

Iran mengumumkan bahwa mereka menargetkan beberapa lokasi di Israel dengan rudal "Khayber Shiken" miliknya. Unit Hubungan Masyarakat Korps Garda Revolusi Iran telah mengeluarkan pernyataan nomor 9 mengenai Operasi Janji Setia 4. Dalam sebuah pernyataan, Garda Revolusi menyerukan kepada rakyat Israel untuk "menjauhi pangkalan militer dan lembaga pemerintah serta meninggalkan daerah tersebut," sambil menyatakan bahwa serangan balasan tersebut menargetkan beberapa situs pemerintah dan militer di Tel Aviv, Haifa, dan Yerusalem Barat.

Pernyataan itu juga menyertakan frasa, "Gelombang kesepuluh Operasi Faithful Promise 4 membuka pintu gerbang tembakan besar-besaran ke wilayah pendudukan dengan rudal Khyber Shiken." (Anadolu/P-3)