Ini Profil Melania Trump, yang akan Jadi Ibu Negara AS Pertama Pimpin Sidang DK PBB
IBU Negara Amerika Serikat (AS), Melania Trump, dijadwalkan mencetak sejarah sebagai istri presiden pertama yang memimpin sidang Dewan Keamanan (DK) PBB pada Senin, 2 Maret 2026. Langkah ini diambil saat ASmemegang presidensi bergilir dewan tersebut untuk bulan Maret.
Sidang yang akan dipimpin Melania mengusung tema "Children, Technology, and Education in Conflict". Fokus ini sejalan dengan komitmen jangka panjangnya terhadap kesejahteraan anak-anak melalui kampanye Be Best.
Diplomasi Kemanusiaan di Panggung Dunia
Dalam pernyataan resminya, kantor Ibu Negara menyebutkan bahwa sesi ini bertujuan untuk menekankan pentingnya pendidikan dalam mempromosikan toleransi dan perdamaian global. Melania Trump belakangan ini juga aktif melakukan advokasi bagi anak-anak yang terdampak konflik Rusia-Ukraina, termasuk upaya reunifikasi keluarga.
Secara tradisi, kursi Presiden Dewan Keamanan PBB diisi oleh duta besar atau pejabat kabinet. Namun, juru bicara PBB Stephane Dujarric mengonfirmasi bahwa kepemimpinan Melania adalah yang pertama kalinya bagi seorang Ibu Negara atau pasangan kepala negara dalam sejarah DK PBB.
Biodata Singkat Melania Trump
| Nama Lahir | Melanija Knavs |
| Tempat, Tanggal Lahir | Slovenia, 26 April 1970 |
| Status | Ibu Negara AS (2017-2021, 2025-Sekarang) |
| Inisiatif Utama | Be Best, Fostering the Future |
Latar Belakang dan Karier
Melania Trump merupakan Ibu Negara kedua dalam sejarah AS yang lahir di luar negeri, setelah Louisa Adams. Ia memulai karier sebagai model di Eropa sebelum pindah ke AS pada 1996. Pada 2005, ia menikah dengan Donald Trump dan menjadi warga negara AS setahun kemudian.
Kepemimpinannya di DK PBB dipandang sebagai langkah strategis pemerintahan Trump untuk menunjukkan sisi humanis dalam kebijakan luar negerinya, di tengah kritik tajam sang Presiden terhadap efektivitas organisasi internasional tersebut.
Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menyatakan antusiasmenya. "Kami sangat bangga Ibu Negara akan memimpin presidensi AS di Dewan Keamanan," ungkap Waltz melalui saluran komunikasi resminya.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.