Gejolak usai Kematian Gembong Kartel El Mencho, 55 Orang Tewas


Penulis: Dhika Kusuma Winata - 25 February 2026, 15:51 WIB
Media Sosial X

SEDIKITNYA 55 orang tewas di berbagai wilayah Meksiko menyusul operasi yang menewaskan Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho selaku pemimpin Kartel Jalisco Generasi Baru (CJNG). Korban termasuk 25 aparat keamanan yang gugur dalam serangan balasan kelompok kriminal tersebut.

Menteri Keamanan dan Perlindungan Warga Meksiko, Omar Garcia Harfuch, menyatakan gelombang kekerasan pecah di 16 negara bagian setelah operasi penindakan terhadap El Mencho. 

“Sebanyak 25 personel keamanan tewas dalam serangan kartel, sementara 30 anggota kartel dilumpuhkan dalam operasi,” ucap Garcia Harfuch dikutip Anadolu.

Kartel juga memblokade 85 ruas jalan tol di 11 negara bagian. Aparat bergerak cepat sehingga arus lalu lintas di jalur utama berangsur normal kembali.

Kerusuhan berdampak pada sektor perjalanan dan pariwisata di wilayah barat Meksiko.

Di Guadalajara, salah satu kota tuan rumah Piala Dunia 2026, sekitar 1.000 wisatawan sempat terjebak saat berkunjung ke kebun binatang kota itu. Otoritas mengerahkan puluhan bus untuk mengevakuasi dan menyediakan logistik bagi para pengunjung.

Penerbangan di Puerto Vallarta dibatalkan dan sejumlah agenda publik dihentikan, termasuk konser penyanyi Amerika Serikat Kali Uchis.

Jenazah El Mencho dipindahkan dengan pengamanan ketat ke fasilitas forensik di Mexico City. Kantor Kejaksaan Agung Meksiko memastikan identitas Oseguera melalui uji forensik dan DNA.

“Mereka sudah mengidentifikasi dan mengonfirmasinya,” kata Harfuch.

El Mencho sebelumnya masuk daftar buronan utama Departemen Luar Negeri AS sejak 2016 dan diburu pengadilan Distrik Barat Texas atas tuduhan perdagangan narkoba serta pencucian uang.

Pada 2018, otoritas Meksiko menawarkan hadiah sekitar US$1,5 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya. Amerika Serikat kemudian menaikkan imbalan menjadi US$15 juta pada Desember 2024. (P-4)