Warga dan Turis Mengaku Meksiko Membara Pasca-Tewasnya El Mencho


Penulis:  Thalatie K Yani - 24 February 2026, 05:43 WIB
Media Sosial X

Keindahan kota pelabuhan Puerto Vallarta berubah menjadi pemandangan "memilukan" setelah kartel narkoba paling ditakuti di Meksiko melancarkan gelombang kekerasan massal. Aksi anarkis ini dipicu oleh tewasnya Nemesio Oseguera Cervantes, alias "El Mencho", pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG), dalam operasi keamanan pada Minggu (22/2).

Warga lokal dan turis asing menggambarkan situasi mencekam di mana kendaraan dibakar dan asap hitam membubung tinggi di berbagai sudut kota. Kota yang biasanya penuh musik dan keceriaan itu mendadak lumpuh dan "sunyi yang meresahkan."

"Tidak Pernah Mengalami Hal Seperti Ini"

Jerry Jones, seorang pensiunan asal Amerika Serikat yang telah menetap di Puerto Vallarta selama empat tahun, mengaku sangat terkejut. Jones yang biasanya merasa lebih aman di kota tersebut dibandingkan di kampung halamannya, Nashville, melihat langsung bagaimana sebuah bus dibakar di tengah kota.

"Kesadaran pertama kami bahwa ada sesuatu yang terjadi adalah saat pembaca kami mengirimkan video bus yang dibakar," ujar pemilik majalah gaya hidup tersebut kepada BBC News. Menurutnya, lebih dari 30 kendaraan di sebuah parkiran toko lokal hancur dilalap api.

Kondisi serupa digambarkan oleh Marc-André, seorang kreator konten asal Kanada. Ia menyebut kota resor yang biasanya tenang itu tampak seperti "zona perang absolut."

"Ada api di mana-mana, ratusan mobil di seluruh kota terbakar pada saat yang sama," ungkapnya melalui kanal YouTube miliknya.

Turis Terjebak di "Zona Twilight"

Bagi banyak wisatawan, liburan pantai yang tenang berubah menjadi mimpi buruk. Adryan Moorefield, turis asal Dallas, menyebut situasi ini sangat mengejutkan. "Rasanya hampir seperti berada di Twilight Zone," katanya kepada CNN. Ia kini tertahan di Meksiko setelah jadwal penerbangannya dibatalkan.

Jim Beck, turis lainnya, menceritakan pengalamannya saat hendak mencari sarapan pada Minggu pagi. Ia melihat taksi-taksi meledak di seluruh kota untuk memblokir jalan.

"Segera setelah itu, semua orang berlarian di jalan, berteriak-teriak, dan mereka menyuruh semua orang untuk kembali ke hotel mereka," kenang Beck.

Solidaritas di Tengah Kekacauan

Meski otoritas setempat mengeluarkan perintah untuk tetap di rumah (stay-at-home order), solidaritas warga justru menguat. Karena petugas pemadam kebakaran kewalahan, warga bahu-membahu memadamkan api dan membantu turis yang kesulitan mendapatkan akses makanan.

Hingga Senin, ribuan turis masih terdampar akibat pembatalan penerbangan massal. Pemerintah Kanada melaporkan lebih dari 26.000 warganya telah mendaftarkan diri untuk mendapatkan informasi keamanan. Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan harapannya agar operasional penerbangan dapat kembali normal secara bertahap mulai Selasa.

Bagi warga seperti Jerry Jones, harapannya hanya satu: kedamaian. "Puerto Vallarta itu kuat. Kami telah melewati badai dan pandemi bersama-sama. Saya pikir kami akan bertahan dan menjadi lebih kuat," pungkasnya. (BBC/Z-2)