Miliarder Lex Wexner Mengaku "Bodoh" dan "Naif" Pernah Percaya Jeffrey Epstein


Penulis:  Thalatie K Yani - 19 February 2026, 04:48 WIB
Media Sosial X

MILIARDER sekaligus tokoh bisnis Amerika Serikat, Lex Wexner, memberikan kesaksian krusial terkait hubungannya dengan mendiang terpidana kasus kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Di hadapan komite Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, mantan CEO Victoria's Secret ini menggambarkan dirinya sebagai sosok yang "naif dan bodoh" karena telah menaruh kepercayaan pada Epstein.

Kesaksian ini dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan mendalam terhadap jaringan kekayaan Epstein yang diduga kuat dibangun melalui koneksinya dengan Wexner. Meskipun dokumen FBI tahun 2019 sempat menyebut Wexner sebagai "potensial rekan konspirator", hingga kini tidak ada tuntutan hukum yang dijatuhkan kepadanya.

Bantahan Keterlibatan dan Tuduhan Pencurian

Wexner secara tegas membantah mengetahui atau terlibat dalam aksi kriminal yang dilakukan Epstein. Sebaliknya, ia meluncurkan tuduhan balik dengan menyebut Epstein telah mencuri uang dalam jumlah besar dari keluarganya saat bekerja sebagai penasihat keuangan.

"Saya naif, bodoh, dan mudah tertipu karena memberikan kepercayaan apa pun kepada Jeffrey Epstein," ujar Wexner dalam pernyataan pembukaannya. "Dia adalah seorang penipu. Dan meskipun saya tertipu, saya tidak melakukan kesalahan apa pun dan tidak ada yang perlu disembunyikan."

Wexner menjelaskan bahwa hubungannya dengan Epstein dimulai pada era 1980-an, namun ia mengklaim telah memutus hubungan tersebut setelah Epstein pertama kali dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Florida. Ia juga mengakui pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein, namun hanya selama "beberapa jam" bersama keluarganya.

Kritik Tajam dari Anggota Dewan

Meski Wexner menyatakan diri sebagai korban, sejumlah anggota dewan memberikan kritik pedas. Anggota Kongres dari California, Robert Garcia, menekankan bahwa kekayaan yang digunakan Epstein untuk menjalankan aksi kejahatannya tidak akan ada tanpa dukungan finansial dari Wexner.

"Kita harus sangat jelas bahwa tidak akan ada pulau Epstein, tidak akan ada pesawat Epstein, tidak akan ada uang untuk memperdagangkan perempuan dan anak perempuan," tegas Garcia. "Tuan Epstein tidak akan menjadi orang kaya seperti itu tanpa dukungan dari Lex Wexner."

Deputi Jaksa Agung AS, Todd Blanche, sebelumnya menyatakan nama Wexner muncul "ribuan kali" dalam berkas-berkas penyelidikan. Namun, tim pengacara Wexner membela klien mereka dengan menyatakan pada 2019, pihak kejaksaan hanya memandang Wexner sebagai sumber informasi, bukan target penyelidikan.

Wexner menyatakan dirinya "senang bisa bersaksi" demi meluruskan fakta yang berkembang di publik. Kesaksian yang berlangsung di Ohio ini hanya dihadiri oleh anggota dewan dari Partai Demokrat, sementara perwakilan dari Partai Republik hanya mengirimkan staf ahli mereka. (CNN/Z-2)