FBI Tolak Kerja Sama Investigasi Kematian Alex Pretti di Minnesota


Penulis:  Thalatie K Yani - 17 February 2026, 12:20 WIB
Media Sosial X

OTORITAS negara bagian Minnesota mengecam sikap Biro Investigasi Federal (FBI) yang dinilai tidak kooperatif dalam penyelidikan kematian Alex Pretti. Perawat unit perawatan intensif (ICU) berusia 37 tahun tersebut tewas ditembak agen federal saat mengikuti protes menentang kebijakan imigrasi di Minneapolis pada 24 Januari lalu.

Biro Penangkapan Kriminal Minnesota (BCA) menuduh FBI menahan informasi penting dan bukti-bukti terkait insiden penembakan tersebut. Kepala BCA, Drew Evans, menyebut sikap diam otoritas federal ini sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan.

"Tindakan FBI ini sangat memprihatinkan dan belum pernah terjadi sebelumnya," tegas Evans dalam keterangannya. Hingga berita ini diturunkan, pihak FBI belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan tersebut.

Desakan Transparansi dari Keluarga Korban

BCA menyatakan pihaknya sangat terbuka untuk melakukan "investigasi bersama" dengan pejabat federal guna menjamin transparansi. Komitmen ini didukung penuh oleh keluarga Pretti yang menuntut akuntabilitas atas tewasnya perawat tersebut.

"Keadilan dan akuntabilitas memerlukan penyelidikan yang menyeluruh dan tidak memihak untuk menetapkan fakta. Penyelidikan bersama antara negara bagian dan federal yang sesungguhnya akan menjadi perkembangan yang disambut baik," ungkap keluarga Pretti dalam pernyataan resmi.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden berdarah dalam operasi imigrasi di Minnesota. BCA melaporkan mereka juga tengah menginvestigasi penembakan Renee Good oleh agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) pada awal Januari, serta insiden kejar-kejaran mobil yang melukai seorang warga negara Venezuela.

Dampak 'Operation Metro Surge'

Perselisihan antara pejabat negara bagian dan federal ini memuncak seiring dengan dijalankannya Operation Metro Surge, sebuah kebijakan penindakan imigrasi besar-besaran di bawah pemerintahan Trump. Operasi ini telah memicu gelombang protes nasional yang menentang taktik keras dari agen-agen ICE.

Gubernur Minnesota dari Partai Demokrat, Tim Walz, memberikan kritik tajam terhadap dampak operasi tersebut. Menurutnya, tindakan agresif otoritas federal telah meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat.

"Operasi ini meninggalkan kerusakan yang dalam bagi negara bagian kami, trauma antargenerasi... dan banyak pertanyaan yang belum terjawab," ujar Gubernur Walz.

Meskipun pejabat perbatasan Gedung Putih, Tom Homan, mengklaim operasi tersebut berhasil menangkap lebih dari 4.000 imigran tanpa dokumen, ketegangan hukum dan sosial akibat kematian warga sipil seperti Alex Pretti kini menjadi ujian serius bagi hubungan otoritas lokal dan federal di Amerika Serikat. (BBC/Z-2)