Trump Klaim Perubahan Rezim Iran Bakal Jadi Solusi Terbaik


Penulis: Dhika Kusuma Winata - 14 February 2026, 16:44 WIB
AFP

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeraskan sikap terhadap Iran. Dalam pernyataannya, Jumat (13/2)  waktu setempat, Trump menyebut pergantian rezim di Teheran sebagai solusi terbaik yang bisa saja terjadi.

Trump mengancam serangan militer apabila Iran menolak kesepakatan nuklir. Trump menegaskan ia menginginkan Iran menghentikan sepenuhnya program pengayaan uranium.

Teheran selama ini menolak tuntutan tersebut dan bersikeras bahwa riset nuklirnya ditujukan untuk kebutuhan energi listrik, bukan pengembangan senjata atom.

“Tampaknya itu (pergantian rezim) akan menjadi hal terbaik yang bisa terjadi," kata Trump berbicara kepada wartawan seusai kunjungan ke Fort Bragg, Carolina Utara, seperti dikutip New York Post.

“Selama 47 tahun mereka terus berbicara dan berbicara. Sementara itu, kita kehilangan banyak nyawa ketika mereka terus berbicara. Kaki hancur, lengan hancur, wajah hancur, ini sudah berlangsung lama,” tambahnya.

Meski melontarkan pernyataan keras, Trump tidak merinci bagaimana skenario perubahan rezim itu akan dilakukan. Ia juga menghindari pertanyaan terkait kemungkinan penargetan pejabat tinggi Iran.

Dalam kesempatan terpisah, ia menilai tokoh oposisi di pengasingan, Reza Pahlavi, bukan figur yang realistis untuk memimpin Iran serta menyatakan rakyat Iran sendirilah yang harus menentukan masa depan pemerintahan mereka.

Sementara itu, langkah militer AS terus diperkuat. Bulan lalu, Trump memerintahkan kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kelompok tempurnya menuju Laut Arab. Selain itu, kapal induk kedua, USS George HW Bush, juga disiapkan untuk penugasan.

Di sisi diplomatik, tim negosiasi AS yang dipimpin utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner telah bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada 6 Februari lalu. Araghchi menyebut pembicaraan tidak langsung tersebut berfokus semata pada isu program nuklir Iran.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan mendesak Washington agar turut menargetkan rudal balistik jarak jauh Iran jika serangan militer dilakukan. Permintaan itu muncul setelah Israel sebelumnya meminta penundaan dengan alasan kesiapan pertahanan.
(P-4)