PM Pakistan Kecam Keras Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Islamabad


Penulis: Ferdian Ananda Majni - 06 February 2026, 22:21 WIB
Al Jazeera

PERDANA Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam keras serangan bom bunuh diri yang mengguncang masjid Syiah di Islamabad pada Jumat (6/2). Insiden tersebut menewaskan puluhan orang dan melukai lebih dari seratus lain.

Dalam pernyataan resminya, Sharif menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Ia juga secara tegas mengecam keras aksi teror yang terjadi di tempat ibadah tersebut.

Ledakan terjadi sesaat setelah pelaksanaan salat Jumat. Hingga saat ini, sedikitnya 31 orang dilaporkan meninggal dunia. Lebih dari 100 korban luka dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Seorang pejabat senior kepolisian Pakistan mengatakan kepada AFP bahwa ledakan terjadi di dalam kompleks masjid tak lama setelah jemaah menyelesaikan ibadah. 

Jurnalis foto AFP di lokasi melaporkan puluhan korban luka dibawa ke Rumah Sakit Institut Ilmu Kedokteran Pakistan (PIMS) di Islamabad.

Juru bicara Kepolisian Wilayah Ibu Kota Islamabad, Taqi Jawad, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti ledakan. 

Ia menambahkan, tim forensik tengah bekerja untuk memastikan apakah insiden tersebut merupakan aksi bom bunuh diri atau menggunakan bahan peledak rakitan.

"Hingga kini, belum ada pihak yang mengeklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut," kata Jawad. 

Namun, aparat keamanan menduga keterlibatan kelompok militan, termasuk Taliban Pakistan atau ISIS.

Serangan ini mengingatkan pada insiden sebelumnya pada November lalu, ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan diri di luar gedung pengadilan di Islamabad, yang menewaskan sedikitnya 12 orang.

Ledakan di masjid ini juga terjadi hampir sepekan setelah kelompok terlarang Tentara Pembebasan Baloch melancarkan serangkaian serangan di wilayah Balochistan, Pakistan barat daya, yang menewaskan sekitar 50 orang. 

Militer Pakistan menyebut pasukan keamanan yang merespons serangan tersebut turut menewaskan lebih dari 200 orang yang mereka sebut sebagai teroris. (AFP/I-2)