Andrew Mountbatten-Windsor Promosikan Jeffrey Epstein ke Pejabat Uni Emirat Arab


Penulis:  Thalatie K Yani - 06 February 2026, 13:20 WIB
AFP

SERANGKAIAN email yang baru dirilis Departemen Kehakiman AS mengungkap kedekatan hubungan antara Andrew Mountbatten-Windsor dengan terpidana pedofilia Jeffrey Epstein. Dokumen tersebut menunjukkan  Andrew aktif mempromosikan Epstein kepada pejabat tinggi Uni Emirat Arab (UEA) di sela-sela kunjungan kenegaraan resmi tahun 2010.

Dalam email bertanggal 24 November 2010 dengan subjek "Abdullah", Andrew, yang saat itu menggunakan identitas "The Duke", menghubungi Epstein setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri UEA, Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan.

"Anda mendapatkan peluang besar," tulis Andrew kepada Epstein. "Dia menganggap Anda hebat dan ingin memperkenalkan Anda kepada Sheikh Mohammed, sang Putra Mahkota. Saya pikir itu tidak bisa dilakukan sebelum akhir tahun. Saya akan mendiskusikannya lebih lanjut dan melaporkannya kembali."

Tanggal pengiriman email tersebut bertepatan dengan kunjungan kenegaraan resmi Andrew ke UEA mendampingi ibunya, Ratu Elizabeth II, serta Pangeran Philip dan Sekretaris Luar Negeri Inggris saat itu, William Hague.

Arahan Strategis dari Epstein 

Dokumen tersebut juga mengungkap bagaimana Epstein mengatur cara Andrew mempromosikannya. Dalam sebuah korespondensi, Epstein menginstruksikan Andrew untuk menonjolkan kualitas tertentu saat berbicara dengan pejabat UEA, seperti "kepercayaan", "keahlian finansial", "penyandang dana sains ekstrem", dan sosok yang "menyenangkan".

Epstein bahkan sempat merespons laporan Andrew dengan menyarankan agar mereka merencanakan liburan bersama dengan pejabat tersebut. "Tanyakan kepada Abdullah tanggal kapan kita semua bisa pergi berlibur," tulis Epstein dalam balasannya.

Upaya Menghindari Aturan Investasi 

Selain urusan diplomatik, email tersebut mengungkap diskusi mengenai cara menyiasati batasan investasi pribadi. Saat itu, Andrew menjabat sebagai perwakilan khusus Inggris untuk perdagangan dan investasi (2001–2011), sebuah peran yang melarangnya mengambil kursi di dewan perusahaan atau melakukan investasi bisnis pribadi secara langsung.

Namun, dalam email bertanggal Mei 2010, saat Epstein berada dalam tahanan rumah atas kasus pelecehan seksual anak, Andrew tampak mendiskusikan celah untuk tetap berinvestasi melalui pihak ketiga.

"Selama saya mendelegasikan tanggung jawab untuk berinvestasi, maka tidak ada masalah," tulis Andrew kepada Epstein. "Jadi, wali amanat (Trusts) diberikan delegasi tanggung jawab, begitu juga dengan bank, kendaraan investasi, atau individu tepercaya."

Hingga saat ini, Departemen Kehakiman AS menegaskan bahwa rilis email ini tidak menyiratkan adanya kesalahan di pihak pejabat Uni Emirat Arab. Di sisi lain, Andrew Mountbatten-Windsor secara konsisten membantah melakukan kesalahan terkait aktivitas kriminal yang dilakukan oleh Jeffrey Epstein. (The Guardian/Z-2)