Aksi "Robin Hood" di Montreal, Rampok Toko Makanan demi Protes Harga Pangan


Penulis:  Thalatie K Yani - 05 February 2026, 10:22 WIB
Les Soulèvements du Fleuve/@soulevementsdufleuve

SEBUAH insiden unik sekaligus kontroversial terjadi di Montreal, Kanada, pada Selasa malam. Sekelompok pencuri berpakaian ala Robin Hood melakukan aksi "penjarahan politis" di sebuah toko makanan kesehatan, Rachelle Béry, lalu membagikan barang jarahannya kepada masyarakat sebagai bentuk protes terhadap lonjakan harga pangan.

Organisasi aktivis yang menamakan diri mereka “Robins des Ruelles” (Robin dari Gang-gang) menyatakan sekitar 60 orang terlibat dalam aksi ini. Beberapa di antaranya mengenakan topi berbulu khas Robin Hood. Mereka mengambil bahan makanan tanpa membayar dan mendistribusikannya ke berbagai "kulkas komunitas" di penjuru kota.

Protes Terhadap Biaya Hidup

Aksi ini merupakan bentuk perlawanan terhadap inflasi pangan di Kanada yang mencapai 4,7% antara November 2024 hingga 2025. Angka ini tercatat lebih dari dua kali lipat tingkat inflasi umum di negara tersebut.

“Setiap hari, kami bekerja tanpa henti hanya untuk bisa membeli makanan di supermarket yang haus keuntungan ini,” ungkap salah satu anggota kelompok, Francis, dalam sebuah pernyataan resmi.

“Ketika memiliki dua pekerjaan saja tidak cukup untuk makan, memiliki tempat tinggal, dan mengurus keluarga, maka segala cara menjadi sah,” tambahnya.

Terekam dalam Video Bergaya Film

Video yang diunggah oleh organisasi aktivis Les Soulèvements du Fleuve memperlihatkan jalannya aksi yang disunting dengan cuplikan film klasik The Adventures of Robin Hood tahun 1938. Dalam rekaman tersebut, terlihat orang-orang bermasker mengambil makanan, obat-obatan, hingga sabun.

Beberapa pelaku juga terlihat menggunakan cat semprot untuk menutupi kamera keamanan di dalam dan luar toko. Di akhir video, salah satu pelaku menyemprotkan tulisan “F**k Les Profits” pada dinding bata sebagai simbol kebencian terhadap keuntungan korporasi.

Penyelidikan Kepolisian

Petugas relasi media Kepolisian Montreal, Jean-Pierre Brabant, mengonfirmasi pihak kepolisian telah membuka penyelidikan terkait pencurian dan vandalisme tersebut. Meski tidak ada korban luka dalam insiden ini, kerugian diperkirakan mencapai ribuan dolar.

“Mengenai jumlah uang atau jumlah barang yang dicuri, kami belum memilikinya. Namun diperkirakan mencapai ribuan dolar,” ujar Brabant. Hingga saat ini, belum ada penangkapan yang dilakukan dan barang-barang curian tersebut belum berhasil ditemukan.

Aksi ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh kelompok tersebut. Pada Desember lalu, anggota kelompok yang sama juga menyerbu sebuah toko bahan makanan di Montreal dengan berpakaian ala Sinterklas dan kurcaci. Saat itu, mereka mencuri makanan dan meninggalkan sebagian di bawah pohon Natal sebagai "hadiah" bagi warga. (CNN/Z-2)