Ghislaine Maxwell Siap Bersaksi dalam Skandal Epstein, Akankah Buka Suara?
GHISLAINE Maxwell, rekan terpidana predator seksual Jeffrey Epstein, akhirnya setuju untuk memberikan kesaksian di bawah sumpah di hadapan komite Kongres Amerika Serikat. Kesaksian ini merupakan bagian dari investigasi besar-besaran terhadap penanganan pemerintah federal dalam kasus Epstein.
Ketua Komite Pengawas DPR AS, James Comer, mengonfirmasi Maxwell akan memberikan deposisi secara virtual dari penjara pada 9 Februari mendatang. Maxwell saat ini tengah menjalani hukuman penjara 20 tahun setelah divonis bersalah pada 2021 atas tuduhan perekrutan dan perdagangan gadis di bawah umur untuk pelecehan seksual oleh Epstein.
Antara Kesaksian dan Hak Bungkam
Meskipun Maxwell telah setuju untuk hadir, tim hukumnya memberikan sinyal kuat bahwa klien mereka kemungkinan besar tidak akan memberikan jawaban substantif. Pasalnya, permohonan kekebalan hukum (legal immunity) yang diajukan Maxwell ditolak oleh komite pada Juli lalu.
"Pengacaranya telah mengatakan dia akan mengajukan Amandemen Kelima," ujar James Comer, merujuk pada hak konstitusional warga AS untuk menolak memberikan keterangan yang dapat memberatkan diri sendiri.
Dalam surat kepada komite, tim hukum Maxwell menyatakan memaksa klien mereka bersaksi tanpa kekebalan hukum di lingkungan yang bermuatan politik hanya akan menjadi sia-sia.
"Terus terang, melanjutkan proses dalam kondisi seperti ini tidak bertujuan lain selain teater politik murni dan pemborosan uang pembayar pajak. Komite tidak akan mendapatkan kesaksian, jawaban, maupun fakta baru," tulis pengacara Maxwell.
Tekanan Politik dan Berkas yang Masih Misterius
Pengumuman ini muncul di tengah sorotan tajam terhadap pemerintahan Trump terkait penanganan kasus Epstein. Meskipun Gedung Putih membantah rencana pemberian grasi, Presiden Trump sendiri sempat menyatakan bahwa ia tidak menutup kemungkinan tersebut sepenuhnya.
Di sisi lain, Departemen Kehakiman (DOJ) juga tengah dikritik karena belum merilis seluruh berkas terkait Epstein hingga tenggat waktu 19 Desember lalu. Sejauh ini, hanya sebagian kecil dokumen yang dipublikasikan dengan banyak bagian yang disensor (redacted), memicu protes dari politisi lintas partai.
Keluarga Clinton Turut Terseret
Penyelidikan ini tidak hanya menyasar Maxwell. Komite Pengawas DPR juga sedang membahas penolakan mantan Presiden Bill Clinton dan istrinya, Hillary Clinton, untuk hadir memberikan keterangan. Komite menyatakan sedang mempertimbangkan tuntutan penghinaan terhadap Kongres (contempt charges) bagi pasangan tersebut jika mereka terus menolak panggilan.
Dengan Maxwell yang tetap berada di balik jeruji besi setelah upaya bandingnya ditolak oleh Mahkamah Agung, deposisi bulan Februari mendatang menjadi salah satu momen yang paling dinantikan publik untuk mengungkap kebenaran di balik jaringan gelap Jeffrey Epstein. (BBc/z-2)