Deteksi Dini, Kunci Utama Kesehatan Perempuan


Penulis: Ficky Ramadhan - 05 April 2026, 10:13 WIB
freepik

PEMERIKSAAN kesehatan secara berkala menjadi kunci penting dalam menjaga kualitas hidup perempuan, terutama karena banyak penyakit serius berkembang tanpa gejala yang disadari sejak awal. Kesadaran untuk melakukan skrining rutin dinilai dapat membantu mencegah kondisi memburuk di kemudian hari.

Direktur Klinis Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit Marengo Asia, Gurugram, India, Pallavi Vasal mengingatkan pentingnya skrining kesehatan rutin bagi perempuan sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit serius.

Dikutip dari Hindustan Times, banyak penyakit berat sebenarnya tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan berkala dinilai krusial untuk mencegah kondisi memburuk.

Pallavi menekankan pemeriksaan kesehatan bukan sekadar prosedur medis, melainkan bentuk perlindungan terhadap masa depan kesehatan perempuan.

"Ini bukan sekadar tes, melainkan bentuk kepastian atau peringatan dini saat paling dibutuhkan," kata Pallavi, Minggu (5/4).

Skrining Kesehatan Perempuan

Berikut sejumlah pemeriksaan yang direkomendasikan untuk dilakukan secara rutin:

1. Mammografi

Pemeriksaan ini dianjurkan terutama bagi perempuan berusia di atas 40 tahun. Tujuannya mendeteksi dini perubahan pada payudara, termasuk potensi kanker.

2. Skrining Serviks

Tes seperti pap smear dan HPV terbukti efektif menurunkan risiko kanker serviks. Pemeriksaan ini termasuk yang paling preventif dan mudah dilakukan.

3. Skrining Kesehatan Jantung

Masalah jantung pada perempuan sering tidak disadari. Gejala ringan seperti kelelahan atau sesak napas kerap diabaikan. Padahal, pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah dapat membantu mencegah risiko lebih besar.

4. Tes Hormonal

Gangguan hormon seperti diabetes dan masalah tiroid sering tidak menunjukkan tanda jelas. Gejala ringan seperti energi menurun, perubahan berat badan, atau siklus haid tidak teratur sebaiknya tidak dianggap sepele.

5. Skrining Kesehatan Tulang

Setelah usia 30 tahun, kepadatan tulang mulai berkurang. Pemeriksaan tulang menjadi penting untuk mencegah osteoporosis sejak dini. "Tes kepadatan tulang mungkin terasa tidak perlu, sampai penurunan kecil berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih besar. Pencegahan di sini jauh lebih mudah daripada pemulihan," ujarnya.

6. Skrining Kesehatan Reproduksi dan Mental

Pallavi juga menyoroti pentingnya memperhatikan kesehatan reproduksi sekaligus mental. Keluhan seperti nyeri, stres berkepanjangan, atau siklus yang tidak teratur tidak boleh diabaikan. "Rasa sakit, ketidakteraturan, atau kekhawatiran bukanlah hal yang harus ‘disesuaikan’, mereka alasan untuk mencari kejelasan. Dan dalam semua ini, kesehatan mental tidak bisa menjadi renungan saja," jelasnya.

7. Skrining Kanker Usus Besar

Pemeriksaan ini dianjurkan terutama setelah usia 45 tahun, meskipun sering dianggap belum mendesak. "Pada akhirnya ini bukan hanya soal tes, tetapi tentang tidak menunggu sesuatu menjadi salah sebelum Anda mulai memprioritaskan diri sendiri," tuturnya.

Pallavi menegaskan kesadaran dan kedisiplinan dalam melakukan skrining kesehatan adalah langkah penting untuk menjaga kualitas hidup perempuan. Deteksi dini memberikan peluang lebih besar untuk penanganan yang efektif sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.  (Z-2)