Ini Cara Tepat Memilih dan Menyimpan Telur untuk Kesehatan Keluarga


Penulis: Basuki Eka Purnama - 29 March 2026, 11:37 WIB
Freepik

TELUR merupakan sumber protein hewani berkualitas dengan harga terjangkau. Namun, data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap fakta ironis: belanja rumah tangga untuk rokok masih lebih tinggi dibandingkan konsumsi telur. 

Padahal, menurut Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof. Rizal M. Damanik, mengonsumsi dua butir telur per hari adalah investasi sederhana namun berdampak besar bagi pertumbuhan anak. 

Agar manfaatnya optimal, masyarakat perlu memahami cara memilih dan menyimpan telur dengan benar.

Mengenali Ciri Telur Segar

Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Niken Ulupi, membagikan panduan praktis dalam memilih telur berkualitas melalui ciri fisik berikut:

  • Bentuk dan Tekstur: Pilih telur yang berbentuk oval sempurna, terasa berat, dan memiliki cangkang yang kuat. Hindari telur dengan ujung terlalu runcing atau cangkang kasar karena bisa menandakan gangguan kesehatan pada induk ayam.
  • Kebersihan: Pilih telur yang bersih. Cangkang yang terlalu kotor berisiko menjadi tempat menempelnya bakteri.
  • Kekentalan: "Yang terlihat dari luar itu tidak mencerminkan nilai gizi dari telurnya. Tapi kalau kualitasnya bagus, telur fresh, saat dipecahkan putih telurnya akan kental," jelas Prof. Niken.

Ia juga meluruskan mitos terkait warna cangkang. Warna cokelat atau putih tidak memengaruhi kadar nutrisi karena hanya ditentukan oleh pigmen alami induk. 

"Nilai gizi telur itu sudah ditentukan secara genetik. Selama telur terbentuk sempurna, artinya kandungan gizinya sudah cukup," tambahnya.

Tips Penyimpanan dan Pengolahan

Cara penyimpanan sangat menentukan masa simpan dan keamanan telur dari kontaminasi bakteri seperti Salmonella atau E. coli:

  1. Gunakan Kulkas: Penyimpanan di suhu dingin membuat bakteri tertidur sehingga telur bisa bertahan hingga satu bulan tanpa penurunan mutu yang signifikan.
  2. Suhu Ruang: Jika disimpan di suhu ruang, sebaiknya tidak lebih dari tiga minggu. Jauhkan dari sumber panas dan bahan beraroma tajam karena pori-pori telur mudah menyerap bau.
  3. Masak Hingga Matang: Prof. Niken mengingatkan pentingnya memasak telur hingga matang sempurna, terutama bagi mereka dengan imunitas rendah. 

"Kalau tubuh kita sedang sehat, paparan bakteri bisa diatasi. Tapi kalau imunitas sedang turun, risikonya meningkat," katanya.

Dengan pemilihan dan pengolahan yang tepat, telur menjadi solusi pangan sederhana yang krusial bagi kesehatan dan kualitas generasi masa depan. (Z-1)