Anak Tetap Bisa Empati Meski Keluarga tidak Harmonis, Ini Syaratnya!
KARAKTER anak yang hangat, peduli, dan penuh empati sering kali dianggap hanya bisa lahir dari keluarga yang harmonis. Namun, fakta psikologis menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh di lingkungan kurang ideal tetap bisa memiliki kepribadian mulia tersebut.
Psikolog Klinis Anak dan Remaja dari Lembaga Psikologi UI, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, mengungkapkan bahwa kunci utama perkembangan mental anak bukan pada kesempurnaan struktur keluarga, melainkan pada kualitas dukungan emosional yang diterima.
Satu Figur Dewasa Sebagai Penyelamat
Vera menjelaskan bahwa anak setidaknya membutuhkan satu figur dewasa yang peduli dan kompeten untuk memberikan rasa aman. Figur ini tidak harus orang tua inti, melainkan bisa berasal dari lingkungan sosial lainnya.
"Banyak anak juga berkembang menjadi pribadi yang hangat karena dipengaruhi oleh figur signifikan lain dalam hidupnya, seperti guru, kakek-nenek, saudara atau lingkungan sosial yang suportif," ujar Vera dilansir dari Antara, Selasa (10/3).
Menurutnya, kehadiran sosok yang mampu memberikan penerimaan secara konsisten akan menjadi fondasi kuat bagi perkembangan empati dan kehangatan anak terhadap orang lain.
Pentingnya Rasa Aman Emosional
Karakter anak yang penuh kasih biasanya berakar dari lingkungan yang memberikan ruang aman secara psikis. Anak yang merasa dihargai dan dicintai tanpa syarat akan lebih mudah memproyeksikan perasaan tersebut kepada lingkungan sekitarnya.
Vera menekankan bahwa orang tua atau figur pengganti harus membiasakan diri memperlakukan anak dengan cara yang empatik. "Antara lain mau mendengarkan dan memahami apa yang dirasakan anak," tambahnya.
Dengan pola asuh yang mengedepankan pengertian, anak yang tumbuh di lingkungan sulit sekalipun tetap memiliki peluang untuk menjadi sosok yang hebat dan peduli pada sesama di masa depan. (Z-10)