Potensi Propolis dalam Mendukung Sistem Imun dan Penanganan Sindrom Metabolik


Penulis: Mirza Andreas - 07 March 2026, 23:55 WIB
Dok. HDI

PEMANFAATAN bahan alam sebagai pendukung kesehatan terus mendapat perhatian dalam dunia medis. Salah satu yang mulai banyak diteliti adalah propolis, senyawa alami yang dihasilkan lebah dan diketahui memiliki berbagai komponen bioaktif yang berpotensi mendukung sistem imun tubuh serta penanganan sindrom metabolik.

Hasil penelitian klinis terbaru mengenai propolis menjadi salah satu topik yang diangkat dalam Seminar Kesehatan Nasional yang diselenggarakan HDI di Jakarta, Sabtu (7/3). Seminar bertajuk Beyond the Fundamentals of Propolis Science: Clinical Evidence Behind HDI Propoelix ini menjadi forum publikasi penelitian klinis ke-25 terhadap produk propolis HDI Propoelix.  

Produk yang diteliti adalah HDI Propoelix, formulasi ekstrak propolis yang dikembangkan HDI melalui proses pemurnian dan standardisasi untuk mendukung sistem imun. Penelitian tersebut dilakukan di salah satu rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan, yakni RS Soerojo Magelang. Studi ini melibatkan pasien dewasa dengan kondisi metabolik seperti diabetes, obesitas, dan hipertensi.  

Ketua Clinical Research Unit (CRU) RS Soerojo Magelang sekaligus peneliti utama studi tersebut, dr. H Harli Amir Mahmudji, Sp.PD-KEMD, menjelaskan bahwa hasil penelitian menunjukkan adanya potensi manfaat propolis dalam mendukung keseimbangan sistem imun dan sejumlah parameter metabolik.

"Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi HDI Propoelix dalam pengawasan medis memberikan adanya potensi manfaat propolis dalam mendukung keseimbangan sistem imun dan parameter metabolik tertentu, terutama pada pasien dengan kondisi metabolik. Yang terpenting, seluruh intervensi dilakukan dalam pengawasan medis dengan hasil keamanan yang baik," jelasnya.  

Dalam penelitian tersebut, propolis digunakan sebagai bagian dari pendekatan pendamping terhadap perawatan medis yang dijalani pasien. Hasil studi menunjukkan bahwa konsumsi propolis secara rutin berpotensi membantu menjaga keseimbangan sistem imun, mendukung parameter metabolik, serta membantu ketahanan tubuh terhadap stres.

Kondisi metabolik seperti diabetes, obesitas, dan hipertensi sendiri merupakan bagian dari tantangan kesehatan yang semakin meningkat di Indonesia. Ketiga kondisi tersebut kerap saling berkaitan dalam bentuk sindrom metabolik, yakni kumpulan faktor risiko seperti gangguan regulasi gula darah, tekanan darah tinggi, kelebihan berat badan, serta gangguan profil lipid yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.  

Dalam forum seminar tersebut, para akademisi dan klinisi juga membahas pentingnya pembuktian ilmiah dalam pemanfaatan bahan alam agar dapat diterapkan secara bertanggung jawab dalam praktik medis modern.

Akademisi dan peneliti dari Universitas Indonesia, Dr. Muhamad Sahlan, menjelaskan bahwa propolis memiliki kompleksitas senyawa bioaktif yang sangat tinggi sehingga membutuhkan proses standardisasi dan penelitian ilmiah yang kuat.

"Propolis merupakan salah satu bahan alam yang memiliki kompleksitas senyawa bioaktif yang sangat tinggi. Tantangannya adalah bagaimana memastikan standardisasi dan pembuktian ilmiahnya agar dapat diterima dalam praktik medis modern. Upaya seperti yang dilakukan HDI menjadi penting untuk menjembatani sains dasar dengan aplikasi klinis," ujarnya.  

Sementara itu, dr. Ivan Hoesada dari HIDUP Expert Panel menilai pendekatan berbasis bukti atau evidence-based medicine menjadi kunci dalam pengembangan produk kesehatan berbasis bahan alam.

"Dalam praktik klinis, pendekatan berbasis evidence menjadi sangat krusial. Produk berbasis bahan alam seperti propolis memiliki potensi besar, namun tetap harus didukung oleh data klinis yang kuat agar dapat digunakan secara bertanggung jawab sebagai terapi komplementer," kata Ivan.  

Penelitian klinis yang dipublikasikan dalam forum tersebut juga menjadi bagian dari kolaborasi yang berawal dari program dukungan kesehatan HDI pada 2025. Saat itu, HDI mendonasikan produk propolis kepada tenaga kesehatan garda terdepan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, yang kemudian berkembang menjadi kemitraan ilmiah serta evaluasi klinis berbasis rumah sakit.  

Melalui seminar ini, HDI berharap hasil penelitian yang dilakukan bersama rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan dapat memperkaya literatur ilmiah nasional sekaligus memperkuat ekosistem riset kesehatan berbasis bahan alam di Indonesia. (E-1)