7 Cara Berhenti Merokok di Bulan Ramadan Menurut Pakar Paru
Bulan suci Ramadan 2026 menjadi momentum yang sangat tepat bagi para perokok aktif untuk mulai belajar berhenti merokok secara total. Pola ibadah yang mengharuskan seseorang menahan diri dari fajar hingga terbenam matahari merupakan latihan fisik dan mental terbaik untuk memutus ketergantungan pada nikotin.
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan bahwa ada tujuh hal penting yang perlu diperhatikan terkait berhenti merokok selama bulan puasa.
1. Ancaman Ribuan Zat Beracun
Tjandra mengingatkan kembali bahwa asap rokok mengandung ribuan jenis senyawa kimia. "Ratusan jenis di antaranya merupakan zat beracun dan berhubungan dengan kejadian puluhan penyakit, dari kepala sampai ke kaki," jelasnya pada Selasa (3/3).
2. Etika dan Gangguan pada Orang Lain
Asap rokok tidak hanya merugikan penggunanya, tetapi juga orang di sekitarnya. Dalam suasana ibadah Ramadan, seseorang sepatutnya tidak menimbulkan gangguan bagi orang lain melalui polusi asap rokok yang dihasillkan.
3. Melanjutkan Durasi Berhenti Merokok
Selama bulan Ramadan, seorang perokok praktis sudah berhenti merokok sejak waktu sahur hingga berbuka. "Karena sudah berhenti merokok dari mulai sahur sampai berbuka, maka lanjutkan untuk tidak merokok sampai pada sahur berikutnya," saran Tjandra.
4. Menanamkan Niat dan Mematahkan Mitos
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI tersebut menegaskan bahwa anggapan perokok tidak bisa beraktivitas tanpa rokok adalah keliru. Pengalaman nyata di bulan puasa membuktikan bahwa perokok tetap bisa produktif dari pagi hingga sore hari tanpa asupan nikotin.
"Artinya, memang tidak benar pendapat bahwa harus merokok dulu baru bisa bekerja. Bulan puasa ini membuktikan sebaliknya," tegas Tjandra.
5. Hindari Merokok saat Berbuka
Sangat tidak dianjurkan untuk berbuka puasa langsung dengan rokok. Tubuh yang berada dalam kondisi relatif lemah setelah seharian tidak makan dan minum membutuhkan asupan nutrisi manis dan bergizi, bukan zat kimia berbahaya. Merokok saat berbuka hanya akan memperburuk kondisi fisik.
6. Konsistensi Pasca-Ramadan
Perilaku berhenti merokok yang sudah terbentuk selama 30 hari harus dilanjutkan pada hari-hari selanjutnya. Karena ketagihan rokok terbukti bisa dikendalikan selama berpuasa, maka tidak ada alasan medis untuk kembali merokok setelah Ramadan usai.
7. Manfaat Luas bagi Lingkungan
Berhenti merokok akan memberikan dampak positif yang masif, mulai dari peningkatan kualitas kesehatan pribadi, efisiensi ekonomi keluarga, hingga terciptanya lingkungan hidup yang lebih sehat bagi orang-orang tercinta. (Z-10)