Dukung Dunia Usaha, BRIN Percepat Hilirisasi Riset


Penulis:  Gana Buana - 27 February 2026, 16:55 WIB
Dok. Antara

BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus berupaya mempercepat hilirisasi riset melalui program BRIN Goes to Industry. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa inovasi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan oleh dunia usaha dan masyarakat.

Kepala BRIN, Arif Satria, menyatakan bahwa agenda ini menjadi momen penting bagi lembaga untuk mensosialisasikan inovasi yang telah dikembangkan, sekaligus mengevaluasi implementasi kerja sama lisensi dengan industri. Diskusi yang digelar dalam kegiatan ini melibatkan mitra-mitra industri untuk membahas sejauh mana kerja sama tersebut telah berhasil dijalankan.

“Ini adalah momentum yang penting bagi BRIN untuk mensosialisasikan inovasi-inovasi yang ada. Kemudian, untuk memantau sejauh mana lisensi yang sudah dilakukan sebagai kerja sama antara BRIN dan industri itu sudah diimplementasikan, serta sejauh mana dampaknya,” kata Arif Satria, dilansir drai Antara, Jumat (27/2).

Kegiatan ini juga memberikan ruang bagi BRIN untuk mendapatkan masukan dari industri agar riset dan inovasi yang dikembangkan dapat lebih selaras dengan kebutuhan pasar.

Arif menegaskan bahwa kolaborasi dengan dunia usaha adalah langkah penting untuk mempercepat pemanfaatan hasil riset yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kerja sama dengan industri itu sudah menjadi keniscayaan. Justru inilah kesempatan bagi kita untuk mempercepat hilirisasi riset-riset. Karena BRIN kita perkuat proses hilirisasi riset agar semakin bermanfaat untuk rakyat, industri, dan juga pemerintah,” ungkapnya.

BRIN juga melakukan evaluasi terhadap implementasi lisensi teknologi. Sejumlah perusahaan telah memanfaatkan lisensi yang ada, sementara beberapa lainnya masih dalam proses negosiasi, dan beberapa mitra lainnya masih mempersiapkan kerja sama lebih lanjut.

“Sekarang ada beberapa perusahaan yang sudah memanfaatkan lisensi, ada yang sedang dalam proses negosiasi, dan ada yang belum mendapatkan lisensi. Kita sedang evaluasi semua ini. Mana yang sudah lisensi, dampaknya seperti apa, dan yang belum, kendalanya apa,” jelas Arif.

Kegiatan BRIN Goes to Industry ini dihadiri oleh 33 mitra industri berlisensi, tiga mitra industri strategis, serta calon mitra industri strategis dan periset BRIN.

Selain pemaparan, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan diskusi untuk menilai sejauh mana kolaborasi berjalan, serta tantangan dan dampak implementasi inovasi di lapangan.

Dalam kesempatan ini, Arif Satria juga mengungkapkan bahwa BRIN tengah membangun Rumah Inovasi Indonesia (RII). Fasilitas ini dirancang sebagai etalase nasional inovasi, sekaligus pusat jejaring dan kolaborasi. RII tidak hanya berfungsi sebagai jendela bagi inovasi Indonesia, tetapi juga sebagai hub untuk berbagai kebutuhan inovasi, mulai dari kemitraan, lisensi, hingga pengembangan teknologi.