Menhaj Pastikan Makanan Jemaah Haji Higienis dan Sesuai Cita Rasa Nusantara


Penulis: Akmal Fauzi - 16 February 2026, 10:20 WIB
Mi/Dok Kemenhaj

PIMPINAN Kementerian Haji dan Umrah melakukan supervisi serta pengecekan langsung ke dapur aktif di kawasan Safwat Al Wessam, Walyal Ahd District, Mekah, Sabtu (14/2). Langkah ini untuk memastikan layanan konsumsi berjalan optimal, higienis, dan sesuai dengan cita rasa Nusantara.

Dalam peninjauan tersebut, pemerintah menegaskan agar dapur penyedia konsumsi jemaah menggunakan bumbu masak asli dari Indonesia, termasuk beras. 

Kebijakan ini diambil untuk menjaga konsistensi rasa sekaligus memastikan jemaah tetap dapat menikmati hidangan yang akrab dengan lidah mereka.

Selain itu, pemerintah juga meminta agar proses pengolahan beras Indonesia dilakukan sesuai standar yang biasa diterapkan di Tanah Air. 

Dengan demikian, kualitas tekstur dan rasa nasi tetap terjaga sebagaimana yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat Indonesia.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, memastikan bahwa jemaah haji Indonesia memperoleh layanan konsumsi terbaik. 

Gus Irfan, sapaan karib Menhaj, menegaskan bahwa seluruh tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan, harus memenuhi standar kualitas, kebersihan, serta menghadirkan cita rasa Nusantara.

"Penggunaan bumbu dan beras dari Indonesia adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan rasa yang familiar bagi jemaah, sehingga mereka tetap nyaman dan fokus dalam menjalankan ibadah,” kata Gus Irfan dalam keterangan yang diterima, Senin (16/2).

Aspek kebersihan juga menjadi perhatian utama dalam supervisi ini. Seluruh area penyimpanan bahan makanan dipastikan dalam kondisi bersih dan higienis sesuai standar keamanan pangan. Pengecekan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari area dapur, proses memasak, hingga tahap pengemasan (packing).

Selain kualitas, fasilitas dapur juga diminta mampu memenuhi kebutuhan konsumsi sesuai jumlah jemaah, baik dari sisi kapasitas produksi maupun ketepatan distribusi. Hal ini penting untuk menjamin ketersediaan makanan secara tepat waktu.

Lebih lanjut Gus Irfan menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga standar layanan. 

“Pelayanan konsumsi bukan hanya soal makanan tersedia, tetapi bagaimana kualitasnya terjaga, rasanya sesuai selera jemaah Indonesia, dan distribusinya tepat waktu,” ujarnya.

Supervisi ini menegaskan keseriusan Kementerian Haji dan Umrah dalam menghadirkan pelayanan prima yang terstandar dan berorientasi pada kepuasan jemaah. 

Dengan pengawasan langsung serta penekanan pada kualitas bahan, higienitas,  pemerintah optimistis pelayanan haji Indonesia semakin profesional demi kenyamanan jemaah. (Z-1)