Siswa Bunuh Diri di NTT tak Mampu Beli Pena dan Buku, Ini Tanggapan Cak Imin
SEORANG siswa bunuh diri di NTT bunuh diri dan meninggalkan surat untuk ibunya. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengatakan perlu mencari akar masalah frustasi sosial yang memantik siswa itu mengakhiri hidupnya.
"Kita juga harus cari akar masalah frustrasi sosial itu sudah sejauh mana," kata Cak Imin, di Jakarta, Selasa (3/2).
Siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara timur, bunuh diri. Diduga karena tidak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10.000.
Cak Imin mengatakan kasus bunuh diri siswa SD di NTT menjadi pengingat dan cambuk bagi semua pihak.
"Ini harus menjadi cambuk," ucap Cak Imin merespons kasus siswa SD yang bunuh diri di NTT. Menurutnya semua pihak harus membuka diri untuk mudah dimintai tolong oleh siapapun.
Seorang siswa SD di Ngada, NTT mengakhiri hidupnya. Ia meninggalkan sepucuk surat untuk ibunya, MGT, 47.
Surat buat Mama
Mama saya pergi dulu
Mama relakan saya pergi
angan menangis ya MamaTidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya
Selamat tinggal Mama.
Siswa SD itu hidup dengan neneknya. Sementara orangtuanya merupakan orangtua tunggal yang bekerja sebagai petani. Orangtuanya memiliki lima orang anak termasuk siswa SD yang bunuh diri. (Ant/H-4)
Disclaimer: Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki kecenderungan bunuh diri, silakan hubungi layanan kesehatan mental terdekat atau keluarga dan sahabat terdekat.