Langkah Sederhana Selamatkan Nyawa dengan Kurangi Garam di Roti dan Makanan Siap Saji 


Penulis:  Thalatie K Yani - 01 February 2026, 12:43 WIB
freepik

MENURUNKAN kadar garam dalam makanan sehari-hari ternyata bisa menjadi pahlawan tanpa tanda jasa bagi kesehatan publik. Penelitian terbaru mengungkapkan pengurangan moderat natrium pada roti, makanan kemasan, dan makanan siap saji dapat secara signifikan menurunkan angka penyakit jantung dan stroke di Prancis serta Inggris.

Keunggulan utama dari strategi ini adalah masyarakat tidak perlu mengubah kebiasaan makan mereka sama sekali. Dua studi yang diterbitkan dalam jurnal Hypertension milik American Heart Association menunjukkan bahwa perubahan kecil pada pasokan pangan dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang yang luar biasa.

Efek Luar Biasa dari Sepotong Roti

Di Prancis, para peneliti memfokuskan studi pada pengurangan garam dalam baguette dan produk roti lainnya. Roti merupakan makanan pokok warga Prancis yang menyumbang sekitar 25% dari asupan harian yang direkomendasikan.

Melalui model matematika, peneliti menemukan memangkas kadar garam pada roti dapat menurunkan asupan natrium harian sekitar 0,35 gram per orang. Meski terlihat kecil, perubahan ini diproyeksikan mampu mencegah lebih dari 1.000 kematian per tahun di seluruh negeri.

"Langkah pengurangan garam ini sama sekali tidak disadari oleh penduduk Prancis, tidak ada yang menyadari bahwa roti tersebut mengandung lebih sedikit garam," kata Clémence Grave, M.D., penulis utama studi dari Badan Kesehatan Masyarakat Nasional Prancis. "Temuan kami menunjukkan merformulasi produk makanan, bahkan dengan perubahan kecil yang tidak terlihat, dapat berdampak signifikan pada kesehatan masyarakat."

Mencegah Ratusan Ribu Kasus Penyakit

Sementara itu di Inggris, analisis terpisah memperkirakan mencapai target pengurangan natrium nasional tahun 2024 dapat menurunkan asupan garam harian rata-rata sebesar 17,5%. Dalam jangka waktu 20 tahun, penurunan ini diprediksi dapat mencegah:

  • Sekitar 100.000 kasus penyakit jantung iskemik.
  • Sekitar 25.000 kasus stroke iskemik.
  • Menghemat biaya layanan kesehatan nasional (NHS) sebesar £1 miliar (sekitar Rp20 triliun).

Lauren Bandy, D.Phil., peneliti dari Universitas Oxford, menekankan industri makanan masih memiliki banyak ruang untuk perbaikan. "Jika perusahaan makanan Inggris sepenuhnya memenuhi target pengurangan garam tahun 2024, penurunan asupan garam dapat mencegah puluhan ribu serangan jantung dan stroke, tanpa mengharuskan orang mengubah kebiasaan makan mereka," jelasnya.

Pentingnya Kolaborasi Global

Konsumsi natrium berlebih merupakan kontributor utama hipertensi yang memicu gagal ginjal kronis, demensia, hingga kematian dini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan asupan kurang dari 2.000 mg natrium per hari, namun rata-rata konsumsi global masih jauh di atas angka tersebut.

Daniel W. Jones, M.D., pakar dari American Heart Association, menyatakan bahwa pendekatan nasional untuk membatasi kandungan garam pada makanan komersial adalah strategi kunci. "Meskipun pengurangan natrium memberikan perbaikan kecil pada tekanan darah di tingkat individu, perubahan kecil ini menghasilkan perbaikan besar pada populasi yang luas," tutupnya.

Keberhasilan ini sangat bergantung pada koordinasi antara pemerintah, produsen makanan, dan pemimpin kesehatan masyarakat untuk menciptakan lingkungan pangan yang lebih sehat secara otomatis. (Science Daily/Z-2)