13 Dampak Terlalu Sering Rebahan untuk Tubuh


Penulis: Reynaldi Andrian Pamungkas - 28 January 2026, 23:30 WIB
freepik

REBAHAN adalah posisi berbaring atau bersandar di tempat tidur, sofa, atau permukaan lain, biasanya untuk istirahat, tidur, santai, atau melepas lelah.

Rebahan termasuk aktivitas pasif karena tubuh tidak banyak bergerak. Meskipun terasa nyaman dan melepas lelah, terlalu sering atau terlalu lama rebahan bisa berdampak negatif bagi kesehatan.

Berikut 13 Dampak Terlalu Sering Rebahan untuk Tubuh

1. Berat Badan Naik

Terlalu banyak rebahan maka kalori terbakar lebih sedikit, berisiko naiknya berat badan.

2. Otot Melemah

Kurangnya aktivitas membuat otot kaki, perut, dan punggung melemah karena jarang digunakan.

3. Gangguan Postur Tubuh

Rebahan lama tanpa peregangan maka postur tubuh menjadi bungkuk dan punggung sakit.

4. Masalah Pencernaan

Terlalu lama tidur atau rebahan membuat lambung dan usus kurang bergerak, risiko sembelit meningkat.

5. Kesehatan Jantung Terganggu

Kurangnya aktivitas fisik membuat peredaran darah lambat, risiko penyakit jantung meningkat.

6. Risiko Diabetes

Tubuh kurang bergerak maka glukosa darah tidak terkontrol, meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

7. Tulang dan Sendi Melemah

Otot melemah maka sendi dan tulang kehilangan kekuatan karena jarang digunakan.

8. Kesehatan Mental Menurun

Kurangnya aktivitas fisik membuat produksi hormon bahagia menurun, risiko stres, cemas, atau depresi meningkat.

9. Kulit Kurang Sehat

Terlalu lama berbaring bisa membuat sirkulasi darah terganggu, kulit bisa menjadi pucat atau kusam.

10. Tidur Tidak Nyenyak

Rebahan terlalu lama siang hari maka ritme tidur malam terganggu, kualitas tidur menurun.

11. Metabolisme Lambat

Kurang bergerak menjadi metabolisme tubuh menurun, lebih sulit membakar kalori.

12. Nyeri Leher dan Punggung

Banyak rebahan dengan posisi tidak benar membuat leher, punggung, dan pinggang terasa sakit.

13. Risiko Pembekuan Darah

Rebahan lama maka aliran darah melambat, risiko trombosis meningkat.

Untuk mengurangi dampaknya, bangun dan bergerak tiap 1 sampai 2 jam, lakukan stretching atau olahraga ringan, pastikan postur tidur benar, serta hindari rebahan lama setelah makan. (Z-4)

Sumber: alodokter, klinikkeluarga